Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PERDOKJASI: Tanpa Peran Strategis Dokter, Jaminan Sosial Berisiko Salah Arah

📅 Senin, 30 Mar 2026, 22:02 WIB | Oleh:
PERDOKJASI: Tanpa Peran Strategis Dokter, Jaminan Sosial Berisiko Salah Arah Doc: PERDOKJASI
Ket. “Menjaga Profesi, Menjaga Jaminan Sosial” PERDOKJASI menyoroti risiko besar dalam sistem jaminan sosial jika peran dokter tidak dilibatkan secara strategis dalam pengambilan kebijakan.

Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (PERDOKJASI) menegaskan bahwa keberlanjutan sistem jaminan sosial sangat ditentukan oleh akurasi keputusan klinis dokter – bukan semata oleh kebijakan dan pembiayaan.

Penegasan ini mengemuka dalam webinar “Menjaga Profesi, Menjaga Jaminan Sosial” pada Sabtu, 28 Maret 2026, yang menghadirkan pakar ekonomi kesehatan, Hasbullah Thabrany, dan guru besar kedokteran okupasi FKUI, Muchtaruddin Mansyur. Momentum ini kian relevan di tengah transisi kepemimpinan jaminan sosial nasional yang menuntut integrasi keputusan klinis dan tata kelola pembiayaan.

Dalam paparannya, Hasbullah Thabrany menegaskan bahwa sektor kesehatan tidak dapat sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar.

“Kebutuhan medis itu tidak pasti, mahal, dan penuh asimetri informasi. Tanpa jaminan sosial, bahkan kelompok non-miskin berisiko tidak mampu mengakses layanan kesehatan.”

Ia menekankan bahwa sistem seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Jaminan Kecelakaan Kerja – Penyakit Akibat Kerja (JKK-PAK) merupakan mekanisme kolektif untuk mengelola risiko finansial, namun efektivitasnya sangat ditentukan oleh ketepatan keputusan medis.

“Ketika keputusan medis tidak akurat, distribusi manfaat dan pembiayaan akan ikut terdampak. Di titik inilah dokter menjaga keseimbangan sistem.”

Sementara itu, Muchtaruddin Mansyur menyoroti masih rendahnya pengenalan penyakit akibat kerja dalam praktik klinis.

“Banyak penyakit akibat kerja tidak teridentifikasi, sehingga tidak masuk dalam skema yang semestinya dan berpotensi menggeser beban pembiayaan ke sistem lain.”

Ia menambahkan bahwa risiko disabilitas pada usia produktif membawa dampak ekonomi luas, dari penurunan produktivitas hingga tekanan pembiayaan jangka panjang.

Kedua perspektif tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan jaminan sosial tidak hanya bergantung pada desain pembiayaan, tetapi juga pada akurasi penilaian medis di lapangan.

Ketua PERDOKJASI, Wawan Mulyawan, menegaskan bahwa peran dokter perlu ditempatkan sebagai bagian dari pengambilan keputusan strategis dalam sistem.

“Dokter berada di titik krusial antara kepentingan medis dan keberlanjutan sistem. Tanpa penguatan peran ini, risiko salah arah dalam pengelolaan jaminan sosial akan semakin besar.”

PERDOKJASI mendorong penguatan pendekatan insurance medicine untuk menyelaraskan keputusan klinis, mekanisme pembiayaan, dan kerangka regulasi, guna memastikan jaminan sosial berjalan adil, efisien, dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.