Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kota Tanjungpinang Bentuk Satgas Air Bersih Hadapi Kemarau Panjang

📅 Senin, 30 Mar 2026, 00:15 WIB | Oleh:
Pemerintah Kota Tanjungpinang Bentuk Satgas Air Bersih Hadapi Kemarau Panjang Doc: Antara Foto
Ket. emkot Tanjungpinang, Kepri, menyalurkan air bersih bagi warga terdampak kekeringan, Sabtu (28/3/2026).

Pemkot Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah membentuk satuan tugas (Satgas) distribusi air bersih guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal akibat musim kemarau panjang selama sebulan terakhir.

"Pembentukan satgas bertujuan agar penanganan kebutuhan air bersih dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi," kata Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah usai melaksanakan shalat istisqa di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Minggu.

Lis menyebut berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG Tanjungpinang, hujan diperkirakan baru akan mulai turun pada Mei 2026.

Menyikapi kondisi itu, menurutnya, Pemkot Tanjungpinang tengah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk rencana penetapan status siaga maupun tanggap darurat kekeringan.

Ia menyampaikan Pemkot Tanjungpinang telah menyiagakan tujuh armada dengan kemampuan sebanyak 27 ton atau 27 ribu liter air dalam satu trip pelayanan kebutuhan air bersih bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah hingga rumah ibadah.

Ketujuh armada pengangkut air bersih untuk melayani kebutuhan masyarakat ini berasal dari BPBD Tanjungpinang, lalu Dinas Sosial Tanjungpinang, BPBD Provinsi Kepri dan BPBPK Kepri.

Jumlah armada pengangkut masih dapat bertambah, karena kendaraan pick up milik OPD di lingkungan Pemkot Tanjungpinang juga diminta membantu tim satgas distribusi air bersih Tanjungpinang.

"Kami turut mengimbau masyarakat bijak menggunakan air, karena diperkirakan kemarau masih berjalan hingga akhir April 2026," ucap Lis.

Wali Kota menambahkan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan air bersih, dapat menghubungi nomor layanan satgas distribusi air bersih Tanjungpinang di nomor 0821 7325 5567.

Untuk memudahkan distribusi, masyarakat dapat menyiapkan tempat-tempat penampungan yang diperlukan. Sepanjang Maret 2026, total sudah ada 75 ton air bersih yang disalurkan untuk warga terdampak kekeringan.

Lis turut mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah cuaca panas disertai angin kencang.

Warga diminta tidak membuka lahan secara tidak bertanggung jawab, karena ada sanksi pidana bagi pelaku penyebab kebakaran.

"Dalam situasi seperti ini, BPBD dan tim satgas fokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih. Karhutla yang sering terjadi, tentu akan mengganggu distribusi air bersih," kata Lis

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

BPBD DKI Jakarta Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...

Banjir Bandang Melanda Solok

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Banjir Bandang Melanda Solok
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.