Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemasangan Garis Pembatas di Lokasi Penemuan Tulang Megalit Lembah Napu Sulteng

📅 Minggu, 29 Mar 2026, 22:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemasangan Garis Pembatas di Lokasi Penemuan Tulang Megalit Lembah Napu Sulteng Doc: Antara
Ket. Ilustrasi- Batu megalitikum di lembah Besoa Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Palu - Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKwil) XVIII Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memasang garis pembatas di lokasi penemuan tulang manusia di kawasan megalit lembah Napu, Sulawesi Tengah.

“Kami pasang pagar pembatas yang bersifat sementara, karena posisi penemuan di ruang terbuka sehingga perlu pembatas,” kata Pamong Budaya PBKwil XVIII Sulawesi Tengah Sulawesi Barat Chalid dihubungi di Palu, Minggu, menanggapi penemuan tulang manusia di kawasan cagar budaya di Napu.

Ia menjelaskan, penemuan kerangka manusia di kawasan itu oleh pihaknya sejak Januari 2026, hingga kini belum dilakukan evakuasi karena berbagai pertimbangan.

Saat ini BPKwil XVIII telah mengutus juru pelihara berada di Napu melakukan pengawasan sebagai bagian dari pengamanan terhadap penemuan tersebut.

“Pengawasan kami lakukan secara berkala. Mengingat penemuan itu posisinya berada di dinding tebing bukit persis di pinggir jalan,” ujarnya.

Ia mengemukakan, ada sejumlah alternatif yang kemungkinan dapat dilakukan yakni mempertahankan posisi temuan sebagai display atau museum terbuka.

Kemudian melakukan penyelamatan dengan mengangkat temuan ke tempat yang dianggap memadai dan aman seperti museum, kantor desa dan tempat lainnya, lalu menimbun kembali temuan yang sudah terekspos.

“Penemuan tulang manusia berada dalam wadah yang sudah pecah di dalam tanah. Maka poin museum terbuka dan atau memindahkan penemuan itu sulit dilakukan, mengingat tempatnya sudah pecah dan rawan longsor,” tutur Chalid.

Kata dia, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Poso sebagai unsur yang memiliki kewenangan.

Ia meminta masyarakat setempat ikut membantu pemerintah menjaga penemuan itu sebagai, karena bagian dari megalit yang dilindungi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
SKK Migas Umumkan Kurangi E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.