Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tekanan Global Percepat Kemunduran Sosialisme Abad ke-21

📅 Sabtu, 28 Mar 2026, 15:57 WIB | Oleh:
Tekanan Global Percepat Kemunduran Sosialisme Abad ke-21 Doc: Dok. Istimewa
Ket. Dosen Program Studi Ketahanan Nasional SKSG UI, Nur Iman Subono.

JAKARTA — Gagasan sosialisme abad ke-21 dinilai mengalami kegagalan setelah menghadapi tekanan internal dan eksternal dalam dinamika politik global. Penilaian tersebut mengemuka dalam Forum Praksis ke-18 yang diselenggarakan oleh PRAKSIS di Jakarta, Jumat (27/3).

Dalam forum tersebut, dosen Program Studi Ketahanan Nasional SKSG UI, Nur Iman Subono, yang menjadi pembicara, menyatakan bahwa konsep sosialisme abad ke-21 sejak awal dirancang sebagai alternatif terhadap kapitalisme neoliberal, dengan menempatkan negara sebagai aktor utama dalam menjamin kesejahteraan sosial melalui mekanisme demokrasi partisipatif.

Ia menjelaskan, model tersebut dijalankan dengan pendekatan berbeda di sejumlah negara Amerika Latin. Di Venezuela, implementasi berlangsung secara radikal pada masa pemerintahan Hugo Chávez, yang diikuti kebijakan nasionalisasi luas. Kebijakan ini kemudian berujung pada krisis ekonomi, hiperinflasi, serta eksodus warga dalam jumlah besar.

Menurut Subono, kondisi di Venezuela turut diperparah oleh intervensi Amerika Serikat, termasuk penangkapan Presiden Nicolás Maduro pada 3 Januari 2026. Sementara di Bolivia, kebijakan serupa dijalankan secara lebih bertahap di bawah kepemimpinan Evo Morales, dengan tetap membuka kompromi terhadap pihak Barat.

Adapun di Ekuador, arah kebijakan mengalami perubahan setelah masa pemerintahan Rafael Correa, yang kemudian bergeser menjadi lebih berorientasi pada kepentingan bisnis pada periode berikutnya.

Subono menambahkan, faktor eksternal seperti kebijakan Amerika Serikat yang kembali menghidupkan semangat Doktrin Monroe melalui pendekatan yang disebut sebagai “Trump Corollary” turut memengaruhi perkembangan tersebut. Kebijakan ini diarahkan untuk membatasi pengaruh Tiongkok dan Rusia di kawasan Amerika Latin.

Selain itu, faktor internal seperti krisis ekonomi, korupsi sistemik, lemahnya institusi negara, serta ketergantungan pada komoditas juga memperburuk kondisi. Penurunan harga komoditas global sejak 2014 disebut menjadi salah satu faktor yang memperlemah fondasi ekonomi negara-negara yang menerapkan model tersebut.

“Kisah tentang gagalnya sosialisme abad ke-21 bukan kisah tentang berakhirnya sosialisme, melainkan cerminan dari geopolitik abad ke-21 yang tidak mengenal pemenang permanen,” kata Subono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.