Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proyek Pengolahan Sampah Energi Listrik di Banten Ditargetkan Rampung Tiga Tahun

📅 Jumat, 27 Mar 2026, 18:28 WIB | Oleh:
Proyek Pengolahan Sampah Energi Listrik di Banten Ditargetkan Rampung Tiga Tahun Doc: antara foto
Ket. Penandatanganan kerja sama PSEL di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Jumat (27/3).

SERANG - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pembangunan dua proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Provinsi Banten yang segera memasuki tahap lelang ditargetkan selesai dalam waktu tiga tahun.

"Proses pelelangannya biasanya cukup panjang karena dananya cukup besar dan arahannya akan dilakukan secara nasional, sehingga diperlukan waktu beberapa bulan," ujar Hanif usai menyaksikan penandatanganan kerja sama PSEL di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Jumat (27/3).

Dua fasilitas PSEL yang ditargetkan mampu mengolah 4.000 ton sampah per hari itu rencananya dibangun di Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, dan di TPSA Cilowong, Kota Serang dengan pendanaan dari Danantara.

Hanif menjelaskan, dokumen kesepakatan kerja sama tersebut akan diserahkan kepada Danantara pada pekan depan untuk segera memulai tahapan lelang pekerjaan.

Ia menyebutkan, dua lokasi PSEL di Banten ini telah melalui verifikasi lapangan oleh tim gabungan pemerintah pusat dan akan segera menyusul kawasan aglomerasi lainnya seperti Bali, Yogyakarta, Bekasi, dan Bogor Raya yang juga masuk tahap lelang.

Menyadari panjangnya proses pembangunan sejak peletakan batu pertama hingga fasilitas siap beroperasi, Menteri LH meminta pemerintah daerah terus menggencarkan sosialisasi pemilahan sampah kepada masyarakat.

“Sekali lagi kami sudah sering ngomong, apapun teknologi yang digunakan maka fondasi dasar adalah sampah itu terpilah. Tanpa sampah terpilah maka biayanya akan cukup besar dan membebani masyarakat,” tegasnya.

Kesepakatan kerja sama percepatan PSEL ini ditandatangani oleh Gubernur Banten Andra Soni bersama Pemerintah Kota Serang, Pemerintah Kota Cilegon, dan Pemerintah Kabupaten Serang. Kesepakatan ini juga mencakup percepatan pengembangan fasilitas PSEL di wilayah Tangerang Raya.

Gubernur Andra Soni mengatakan, program ini bukan sekadar solusi penanganan limbah, melainkan memiliki dampak strategis bagi penguatan ketahanan energi dan perekonomian daerah.

"Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan," katanya.

Menurut dia, keberhasilan program tersebut memerlukan komitmen berkelanjutan, koordinasi intensif, dan pengawasan ketat. Sembari menunggu fasilitas PSEL terbangun, Andra turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif menekan volume limbah harian dengan memilah sampah dari rumah.

Like, Share, Comment:

Komentar (3)

Jsmssmsk
Jsmssmsk
27 Mar 2026, 21:05 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Jsmssmsk
Jsmssmsk
27 Mar 2026, 21:05 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Jsmssmsk
Jsmssmsk
27 Mar 2026, 21:05 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.