Lomban Syawalan Jepara Hadirkan Kirab Kerbau Bule Daya Tarik Wisata

Jumat, 27 Mar 2026, 11:40 WIB

Jepara -- Lomban Syawalan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kembali menghadirkan atraksi budaya yang unik dengan digelarnya kirab kerbau bule sebagai daya tarik wisata baru, diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus berdampak pada perekonomian masyarakat, Jumat.  

Tradisi tahunan yang puncaknya ditandai dengan larung sesaji kepala kerbau di laut Jepara itu, menempuh jarak lebih dari 1 kilometer, dimulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jobokuto menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di kawasan Rusunawa Jepara. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati M Ibnu Hajar, Sekda Ary Bachtiar, serta jajaran Forkopimda.    

Ket. Foto: Kirab kerbau bule sebagai daya tarik wisata baru pada acara tradisi Syawalan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Jepara

Bupati Jepara Witiarso Utomo di Jepara, Jumat, menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan tradisi Lomban Syawalan Jepara ini agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. 

Ia menambahkan pada perayaan tahun-tahun mendatang, pemerintah daerah akan memaksimalkan potensi tradisi ini guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kirab kerbau bule diharapkan menjadi magnet baru dalam rangkaian Pesta Lomban Syawalan Jepara 2026. 

Menurut dia kirab kerbau bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir Jepara. Kehadiran kerbau bule dalam kirab tahun ini juga memiliki filosofi mendalam, yang melambangkan semangat baru serta kekuatan yang luar biasa.  

Lebih lanjut, dia menjelaskan kirab tersebut juga menjadi simbol keterbukaan kepada masyarakat.

"Kirab ini bukan sekadar arak-arakan, tetapi juga simbol keterbukaan, bahwa kerbau yang akan dilarung adalah utuh, bukan hanya kepalanya. Ini sekaligus menjawab pemahaman yang berkembang di masyarakat serta menjaga nilai-nilai kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun," ujarnya. 

Kirab kerbau terakhir kali digelar pada 2019, dan tahun ini kembali dilaksanakan sebagai bukti bahwa semangat masyarakat Jepara dalam melestarikan budaya tidak pernah padam.

Antusiasme warga pun terlihat tinggi. Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan kerbau bule berukuran besar dengan penampilan gagah tersebut.

Salah seorang warga, Retno (40) mengaku menunggu sejak pagi hari demi menyaksikan kirab tersebut setelah mendengar kabar adanya arak-arakan kerbau bule.

Puncak tradisi Lomban Syawalan 2026 akan dimeriahkan dengan larung kepala kerbau di laut Jepara pada Sabtu (28/3), yang biasanya diikuti ribuan perahu nelayan.

Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dari laut, sekaligus doa agar masyarakat Jepara, khususnya para nelayan, senantiasa diberikan keselamatan dan keberkahan. 

  • Kirab Kerbau Bule

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.