Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Iran Hanya Izinkan Negara Sahabat yang Boleh Lewati Selat Hormuz

📅 Jumat, 27 Mar 2026, 10:57 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Iran Hanya Izinkan Negara Sahabat yang Boleh Lewati Selat Hormuz Doc: AFP
Ket. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi

MOSKWA - Iran telah mengizinkan kapal-kapal dari beberapa negara sahabatnya, termasuk Russia, untuk melewati Selat Hormuz.

"Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari Tiongkok, Russia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz," kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menurut saluran televisi satelit milik Lebanon, Al Mayadeen.

Araghchi menambahkan bahwa Teheran tidak punya alasan untuk mengizinkan kapal-kapal musuh melewati Selat Hormuz.

Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika yang berada di Timur Tengah.

Eskalasi ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Blokade itu juga berpengaruh terhadap tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut. Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara di dunia.

Tertahan

Sementara itu kantor berita Anadolu melaporkan sekitar 1.900 kapal komersial tertahan di kawasan Selat Hormuz, terutama di Teluk Persia.

Sejak awal serangan, Teheran secara efektif menutup jalur perairan strategis tersebut bagi kapal-kapal yang terkait dengan negara penyerang, sehingga lalu lintas maritim di selat itu terhenti.

Kapal-kapal di kawasan yang bersiap melintasi selat tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat ketegangan militer, dengan sebagian besar kapal yang tertahan menjatuhkan jangkar di perairan terbuka.

Teheran menyatakan bahwa kapal dari negara selain AS dan Israel tetap dapat melintasi Selat Hormuz selama tidak terlibat atau mendukung agresi terhadap Iran serta mematuhi sepenuhnya aturan keselamatan dan keamanan.

Juru bicara komando terpadu angkatan bersenjata Iran, Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaqari, pada Rabu (25/3) mengatakan bahwa pihak Iran telah mengubah aturan di selat tersebut dan situasi tidak akan kembali seperti sebelum perang, seraya menegaskan bahwa entitas yang terkait dengan AS dan Israel tidak memiliki hak untuk melintas.

Berdasarkan data pelacak kapal real-time MarineTraffic pada periode 20 hingga 22 Maret, sekitar 1.900 kapal tidak dapat bergerak di sekitar Selat Hormuz. Di antara kapal yang tertahan terdapat sekitar 324 kapal curah, 315 kapal pengangkut minyak atau produk kimia, 267 kapal pengangkut produk minyak, dan 211 kapal tanker minyak mentah.

Sekitar 190 juta barel minyak mentah dan produk minyak berada di atas kapal tanker yang tertahan di kawasan tersebut, kata perusahaan analisis Vortexa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Film Dokumenter Lisa Blackp...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.