Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lereng Merapi Jadi Destinasi Favorit Wisatawan saat Libur Lebaran 2026

📅 Kamis, 26 Mar 2026, 19:08 WIB | Oleh:
Lereng Merapi Jadi Destinasi Favorit Wisatawan saat Libur Lebaran 2026 Doc: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Ket. Wisatawan berada di kawasan wisata lereng Gunung Merapi, Bungker Kaliadem, Sleman, DI Yogyakarta. Destinasi wisata di kawasan lereng Gunung Merapi menjadi destinasi favorit wisatawan pada libur Lebaran 2026.

SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat destinasi wisata di kawasan lereng Gunung Merapi menjadi destinasi favorit wisatawan pada libur Lebaran 2026.

"Data sangat sementara dari beberapa destinasi sampai dengan Selasa (24/3) pergerakan wisatawan selama libur Lebaran 2026 sebanyak 188.198 pergerakan wisatawan, dari jumlah tersebut destinasi wisata Kaliadem di lereng Merapi masih menjadi destinasi favorit," kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto di Sleman, Kamis (26/3).

Menurut dia, jika mengacu pada data sangat sementara tersebut, kawasan Kaliadem atau lereng Gunung Merapi seperti wisata Lava Tour, Bunker Kaliadem dan lainnya tingkat kunjungan wisatawan mencapai 32,89 persen.

"Sedangkan destinasi favorit lainnya yakni wisata candi yang dikelola PT Taman Wisata Candi (TWC) atau InJourney Destination Management (IDM) yakni Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko sebesar 31,80 persen dan wisata alam kawasan Kaliurang 23,37 persen," katanya.

Ia mengatakan pergerakan wisatawan didominasi wisatawan nusantara sebesar 98,76 persen, di mana mayoritas wisatawan berasal dari Jawa Tengah 35,5 persen, Jawa Timur 32,5 persen, Jawa Barat termasuk DKI Jakarta dan Banten sebesar 27 persen dan sisanya berasal dari luar Jawa.

"Sedangkan puncak pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman terjadi pada Senin, 23 Maret 2026 sebanyak 59.682 pergerakan," katanya.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman optimistis bahwa kunjungan selama periode libur Lebaran 2026 ini masih dalam range target jumlah kunjungan yang telah ditetapkan yakni sekitar 300 ribu hingga 500 ribu kunjungan.

"Saat ini masih banyak destinasi wisata yang belum terdata jumlah kunjungan wisatawannya," katanya.

Kus Endarto mengatakan untuk rata-rata okupansi hotel pada periode 14 hingga 24 Maret 2026 berada di kisaran 40 hingga hingga 65 persen.

"Angka ini sesuai dengan perkiraan Dinas Pariwisata Sleman," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.