Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Marapi Kembali Bergejolak, Dua Letusan Terjadi Kamis Pagi

📅 Kamis, 26 Mar 2026, 11:23 WIB | Oleh:
Gunung Marapi Kembali Bergejolak, Dua Letusan Terjadi Kamis Pagi Doc: Antara Foto
Ket. Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengalami hembusan.

Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi melaporkan gunung api yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) erupsi sebanyak dua kali dalam waktu berdekatan pada Kamis pagi.

"Terjadi erupsi Gunung Marapi pada Kamis pukul 09.56 WIB," kata petugas PGA Teguh Firmansyah di Padang, Kamis.

Teguh mengatakan erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 10 milimeter serta berdurasi 22 detik. Dalam laporannya, PGA tidak mengetahui ketinggian kolom abu vulkanik karena tertutup awan.

Sementara letusan lainnya di hari yang sama terjadi pukul 08.28 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Pada awalnya, PGA mencatat letusan itu terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 21,6 milimeter.

Namun, setelah diperbaharui amplitudo maksimum tercatat 22 milimeter dengan durasi 27 detik. Dalam laporan PGA terhitung 1 hingga 26 Maret 2026, gunung api 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut meletus sebanyak sembilan kali.

Dari sembilan kali letusan tersebut hanya satu kali yang ketinggian kolom abu terekam, yakni pada 9 Maret 2026. Tinggi kolom abu akibat letusan berdurasi 33 detik itu mencapai 1.600 meter. Selebihnya, kolom abu tertutup oleh awan.

Saat ini Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat untuk dipatuhi.

Pertama, melarang siapapun beraktivitas atau berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api (jkawah verbeek). Kedua, PVMBG mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api. Kondisi itu bisa terjadi ketika hujan.

Kemudian, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Rekomendasi lainnya ialah meminta semua pihak tetap menjaga suasana yang kondusif, serta tidak menyebarkan narasi bohong.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.