Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinas Pendidikan Mataram Tak Berlakukan Pembelajaran secara Daring untuk Jaga Kualitas Belajar

📅 Rabu, 25 Mar 2026, 18:32 WIB | Oleh:
Dinas Pendidikan Mataram Tak Berlakukan Pembelajaran secara Daring untuk Jaga Kualitas Belajar Doc: ANTARA/Nirkomala
Ket. Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf.

MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT - Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mengeluarkan kebijakan tidak memberlakukan sistem belajar atau sekolah dalam jaringan (daring) untuk menghindari penurunan capaian belajar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf di Mataram, Rabu (26/3), mengatakan meskipun pemerintah mengeluarkan kebijakan sekolah daring untuk menghemat energi atau bahan bakar minyak (BBM), sekolah di Mataram tetap akan melaksanakan belajar secara tatap muka (luring).

"Pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Lebaran, Senin (30/3) semua siswa tetap masuk sekolah dan melakukan proses belajar mengajar seperti biasa secara langsung," katanya.

Apalagi, katanya, Kota Mataram sebagai kota kecil sehingga jarak tempuh anak-anak ke sekolah tidak terlalu jauh, bahkan banyak siswa yang dapat menjangkau sekolah hanya dengan berjalan kaki, tanpa mengeluarkan ongkos BBM.

Ia menjelaskan kondisi itulah menjadi salah satu pertimbangan Dinas Pendidikan Kota Mataram tidak menerapkan kebijakan sekolah daring seperti diinstruksikan pemerintah pusat.

Selain itu, ​langkah untuk tetap masuk sekolah secara normal diambil guna mencegah terjadinya kembali fenomena penurunan capaian belajar seperti pernah dialami saat masa pandemi Covid-19.
​
"Jangan sampai terjadi lagi seperti saat Covid-19, di mana anak-anak termasuk yang sekarang kelas 6 menjadi korban karena proses belajar yang tidak maksimal," katanya.

Yusuf mengatakan meski pemerintah pusat menginstruksikan percepatan transformasi sistem pemerintahan berbasis elektronik dan efisiensi birokrasi, aturan tersebut tidak berlaku bagi dua instansi vital di daerah, yaitu ​Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

Pertimbangan untuk Dinas Pendidikan tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka untuk menjaga kualitas pendidikan, sedangkan Dinas Kesehatan agar tetap memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

"Jadi kami berkomitmen tetap melaksanakan sekolah luring, guna menghindari dampak loss learning (penurunan capaian belajar)," katanya.

Oleh karena itu, ia memastikan agenda hari pertama masuk sekolah pada pekan depan, setelah kegiatan halal bihalal di sekolah, semua direncanakan mulai beraktivitas melaksanakan proses belajar mengajar kembali secara normal.

"Karena dalam suasana pasca-Lebaran, beberapa sekolah akan mengisi hari pertama dengan kegiatan halal bihalal, selanjutnya memulai jadwal pelajaran rutin," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
Nasional
TNI-Polri Harus  Tingkatkan...
Luar Negeri
Serangan Russia ke Ukraina ...
Luar Negeri
Korban Tewas Akibat Banjir ...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.