Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BBM Subsidi “Bocor” ke Tambang Ilegal, Gubernur Jambi Minta Penindakan

📅 Rabu, 25 Mar 2026, 06:00 WIB | Oleh:
BBM Subsidi “Bocor” ke Tambang Ilegal, Gubernur Jambi Minta Penindakan Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Jambi Al Haris mengakui terjadi kebocoran BBM subsidi untuk kepentingan pertambangan tanpa izin di wilayah Jambi, Selasa (24/3).

Gubernur Jambi Al Haris menyoroti alokasi bahan bakar minyak (BBM) subsidi "bocor' alias tidak tepat sasaran karena dialihkan untuk kegiatan industri, khususnya aktivitas tambang ilegal (Peti) oleh oknum tertentu di wilayah itu.

Gubernur menyikapi bocor peruntukan BBM bersubsidi itu, terkait adanya laporan mengenai oknum-oknum yang nekat menggunakan bahan bakar jatah rakyat demi keuntungan pribadi ke sektor pertambangan.

"Kemarin kita mendapatkan laporan, bahwa BBM subsidi dikirim ke tambang liar, ada juga oknum pelakunya tertangkap oleh kepolisian," tegas Gubernur Al Haris di Jambi, Selasa.

Padahal, potensi kecurangan ini yang selalu di wanti-wanti, janganlah gunakan BBM subsidi ke industri.

Gubernur menyayangkan masih ada "oknum nakal" yang membeli BBM subsidi di SPBU untuk keperluan tambang ilegal.

Pihaknya meminta seluruh pengelola dan petugas SPBU harus bersikap konsisten dan disiplin dalam menyalurkan alokasi BBM. 

Mengingat minyak subsidi merupakan hak masyarakat luas, bukan untuk perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kemampuan finansial membeli BBM nonsubsidi.

Gubernur berharap dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dari pihak SPBU dan tindakan tegas dari aparat penegak hukum, distribusi BBM subsidi di Provinsi Jambi dapat lebih tepat sasaran, dan bisa meminimalisir praktik tambang ilegal yang merugikan daerah. 

Selain itu, pihaknya memberikan apresiasi langkah kepolisian yang telah menangkap sejumlah oknum pelaku penyalahgunaan minyak subsidi.

"Kita minta petugas SPBU jangan sampai ada pula yang bermain, harus konsisten demi mengutamakan masyarakat. Itu hak mereka, jangan berikan kepada perusahaan karena uang mereka banyak," tutupnya.

Provinsi Jambi menerima alokasi jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT) minyak Biosolar sebesar 336.013 Kiloliter (Kl) dan sebanyak 426.539 Kl alokasi jenis bahan bakar minyak khusus penugasan (JBKP) untuk Pertalite. 

Hingga akhir Februari 2026, JBT yang sudah terserap sebanyak 55.461 Kl atau 16 persen. Sedangkan serapan JBKP hingga akhir bulan yang sama, realisasi sebanyak 69.306 Kl, posisi 16 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.