Lebaran Makin Seru, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam Hadirkan Food & Art Fest

Senin, 23 Mar 2026, 13:15 WIB

BATAM – Ngomongin soal mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf), sebenarnya bukan cuma soal menarik lebih banyak wisatawan. Lebih dari itu, ini tentang bagaimana sebuah daerah bisa “hidup” lewat ide-ide kreatif warganya.

Pariwisata jadi pintu masuknya—orang datang, menikmati alam, budaya, dan suasana lokal. Tapi di balik itu, ekraf yang bikin pengalaman jadi lebih berkesan. Mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, sampai pertunjukan seni, semuanya punya peran untuk memberi nilai tambah.

Ket. Foto: Batam Idul Fitri Food and Art Fest. — Sumber: Istimewa.

Ketika keduanya berjalan bareng, dampaknya terasa luas. Pelaku usaha kecil ikut tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan identitas daerah makin kuat. Wisatawan pun nggak cuma datang lalu pulang, tapi membawa cerita yang bikin mereka ingin kembali.

Tantangannya tentu ada, mulai dari pengelolaan yang konsisten sampai inovasi yang harus terus dijaga. Tapi dengan kolaborasi yang pas—antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat—pariwisata dan ekraf bisa jadi motor penggerak ekonomi yang nggak cuma ramai sesaat, tapi berkelanjutan.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menghadirkan ajang religi bertajuk Batam Idul Fitri Food and Art Fest untuk mendukung sektor ekonomi kreatif (ekraf) dan menyambut momen keagamaan di kota itu.

Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata mengatakan bahwa penyelenggaraan ajang tersebut menjadi langkah baru dalam memperkaya kalender pariwisata kota itu.

“Kami sangat senang dapat menyelenggarakan Batam Idul Fitri Food and Art Fest. Ini merupakan event religi yang dikolaborasikan dengan pelaku ekonomi kreatif dan event organizer, dan diharapkan bisa menjadi agenda tahunan serta daya tarik wisatawan,” ujar dia saat dihubungi di Batam, Senin (23/2).

“Kegiatan ini berlangsung di K Square Mall Batam mulai 21 Maret hingga 2 April 2026,” ujar dia menambahkan.

Ajang ekonomi kreatif tersebut mengusung tema "Alamak Raya Lagi" yang diangkat dari inspirasi lagu populer dari Malaysia dengan judul serupa.

Pimpinan Eewah Event Organizer Athaya Faiz menjelaskan tema tersebut menggambarkan suasana khas saat Lebaran, ketika masyarakat disibukkan dengan berbagai acara.

“Tema ini menggambarkan momen kaget hari raya. Ada persiapan baju baru, hidangan lebaran. Bazar ini memenuhi kebutuhan tersebut dan menyambut momen Lebaran,” katanya.

Sebanyak 40 tenant turut meramaikan bazar, termasuk pelaku usaha kuliner dari Batam maupun luar daerah seperti Jakarta.

Ardiwinata mengatakan beragam menu ditawarkan untuk para pengunjung, mulai dari ayam bakar, tahu gimbal, nasi goreng kambing, ayam cabai hijau, hingga bakso goreng jumbo.

“Selain bazar kuliner, pengunjung juga dapat menikmati berbagai kegiatan menarik setiap akhir pekan, seperti lomba merangkai ketupat, lomba lagu Hari Raya, serta lomba mewarnai bertema Idul Fitri,” katanya.

Disbudpar Batam berharap kehadiran ajang itu dapat menjadi alternatif hiburan masyarakat selama libur Lebaran sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan religi.

  • ekraf
  • Batam Idul Fitri Food and Art Fest

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.