Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Usai Paceklik Gelar di Eropa, Bulu Tangkis Indonesia Alihkan Fokus ke Kejuaraan Asia 2026

📅 Minggu, 22 Mar 2026, 14:36 WIB | Oleh:
Usai Paceklik Gelar di Eropa, Bulu Tangkis  Indonesia Alihkan Fokus ke Kejuaraan Asia 2026 Doc: Istimewa
Ket. Jonatan Christie.

JAKARTA - Setelah rangkaian hasil kurang memuaskan di tur Eropa, tim bulu tangkis Indonesia kini mengalihkan fokus ke Kejuaraan Asia 2026 yang akan berlangsung di Ningbo, Tiongkok , 7–12 April. Turnamen ini menjadi momentum penting untuk mengakhiri paceklik gelar sekaligus mengembalikan kepercayaan diri para atlet Merah Putih.

Kejuaraan Asia merupakan ajang prestisius yang hanya diikuti negara-negara di kawasan tersebut. Babak kualifikasi akan memperebutkan empat tiket menuju undian utama, sementara para pemain dengan peringkat tinggi langsung menempati babak 32 besar. Hingga saat ini, 28 wakil telah memastikan tempat di fase utama.

Indonesia menurunkan sejumlah kekuatan terbaik, di antaranya tunggal putra andalan Jonatan Christie serta pasangan ganda debutan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Kombinasi pemain senior dan pendatang baru diharapkan mampu memberikan warna sekaligus kejutan di turnamen ini.

Sejak 2022, Indonesia konsisten membawa pulang gelar dari Kejuaraan Asia. Namun, tradisi tersebut terputus pada edisi terakhir ketika tak satu pun wakil Merah Putih berhasil mencapai partai puncak. Pencapaian terbaik kala itu hanyalah menempatkan dua pasangan sebagai runner-up, yakni ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana serta ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu.

Kegagalan tersebut kini menjadi bahan bakar motivasi. Apalagi, dalam empat turnamen Eropa, German Open, All England, Swiss Open, dan Orleans Masters, Indonesia juga belum mampu meraih gelar. Rangkaian hasil tersebut menambah urgensi bagi skuad nasional untuk segera bangkit.

Meski demikian, performa sepanjang awal musim sebenarnya menunjukkan potensi yang menjanjikan. Dari dua rangkaian tur BWF sejak Januari hingga Maret, Indonesia telah mengoleksi lima gelar. Alwi Farhan sukses menjadi juara di Indonesia Masters, sementara empat gelar lainnya diraih di Thailand Masters melalui Moh. Zaki Ubaidillah di tunggal putra, Leo/Bagas di ganda putra, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti di ganda putri, serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil di nomor ganda campuran.

Dengan bekal tersebut, Kejuaraan Asia 2026 menjadi panggung krusial bagi Indonesia untuk membuktikan konsistensi sekaligus menegaskan bahwa kegagalan di Eropa hanyalah batu sandungan sementara. Di Ningbo, harapan untuk kembali mengibarkan Merah Putih di podium juara kembali digantungkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.