Lulusan Lama Merapat, Kemnaker Hapus Syarat Tahun Lulus Pelatihan Vokasi 2026, Kuota 20 Ribu Orang

Minggu, 22 Mar 2026, 09:00 WIB

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuat terobosan signifikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan menghapus batasan tahun kelulusan pada program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1.

Kebijakan inklusif yang diumumkan pada Minggu (22/3) ini memberikan kesempatan kedua bagi para lulusan lama SMA/SMK sederajat untuk mempertajam keterampilan mereka agar sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan target ambisius sebanyak 20 ribu peserta, program ini tidak hanya menawarkan pelatihan gratis dan sertifikasi kompetensi BNSP, tetapi juga jaminan perlindungan sosial bagi seluruh peserta selama masa pendidikan.

Ket. Foto: Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Darmawansyah. — Sumber: ANTARA/HO-Kemnaker

"Penghapusan batasan tahun kelulusan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk membuka akses pelatihan seluas-luasnya bagi masyarakat," kata Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Darmawansyah mengatakan kebijakan ini membuka peluang bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat, termasuk lulusan lama, untuk meningkatkan keterampilan dan peluang kerja, dengan target 20 ribu peserta.

Lebih lanjut, ia menilai kebijakan ini diambil agar akses pelatihan tidak hanya bagi lulusan baru, tetapi juga lulusan lama yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Sebelumnya, program ini hanya diperuntukkan bagi lulusan 2023-2025. Kini, ketentuan tersebut dihapus untuk memperluas akses pelatihan.

Menurutnya, perubahan ini penting karena masih banyak lulusan SMA/SMK/MA sederajat yang belum sempat mengikuti pelatihan untuk memperkuat bekal kerja dengan keterampilan yang relevan agar lebih siap bersaing.

"Ini menjadi peluang bagi lulusan lama untuk kembali meningkatkan kompetensinya, sehingga dapat lebih siap memasuki maupun bersaing di dunia kerja," katanya.

Ia menambahkan pelatihan vokasi yang diselenggarakan Kemnaker dirancang berbasis kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (link and match), sehingga peserta dibekali keterampilan yang relevan dan aplikatif.

Kesempatan mengikuti pelatihan juga kini semakin terbuka lebar. Pendaftaran tidak hanya tersedia di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kemnaker atau yang juga dikenal sebagai balai latihan kerja (BLK), tetapi juga melalui BLK milik pemerintah daerah.

Keterlibatan lebih banyak lembaga pelatihan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan serta memudahkan masyarakat mengakses pelatihan di lebih banyak daerah.

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 terbuka bagi warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun dan lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat.

Peserta pelatihan akan memperoleh berbagai fasilitas, antara lain pelatihan dan makan siang gratis, bantuan uang transportasi, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari BPVP, serta sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Fasilitas asrama juga tersedia sesuai kriteria dan ketersediaan.

Kemnaker mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan ini dengan segera mendaftar melalui platform Skillhub Kemnaker di laman skillhub.kemnaker.go.id sebelum batas akhir pendaftaran pada 24 Maret 2026.

  • pelatihan vokasi kemnaker 2026
  • daftar blk gratis
  • skillhub kemnaker
  • latihan vokasi batch 1

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.