Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inggris Akhirnya Ijinkan Pangkalan Militernya Dipakai untuk Serang Iran

📅 Sabtu, 21 Mar 2026, 16:47 WIB | Oleh:
Inggris Akhirnya Ijinkan Pangkalan Militernya Dipakai untuk Serang Iran Doc: AFP

LONDON - Pemerintah Inggris telah menyetujui perluasan akses AS ke pangkalan-pangkalan Inggris untuk operasi yang menargetkan kemampuan rudal Iran yang mengancam pelayaran di Selat Hormuz, menurut pernyataan Downing Street.

Pernyataan pemerintah mengatakan bahwa dalam pertemuan Jumat (20/3), para menteri Kabinet "mengonfirmasi bahwa kesepakatan bagi AS untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris dalam pertahanan diri kolektif kawasan tersebut mencakup operasi pertahanan AS untuk menurunkan kemampuan dan situs rudal yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz."

Pemerintah menekankan bahwa "prinsip-prinsip di balik pendekatan Inggris terhadap konflik tetap sama" dan menyerukan "de-eskalasi yang mendesak dan penyelesaian perang yang cepat."

Para menteri Kabinet "mengutuk perluasan target Iran hingga mencakup pelayaran internasional."

"Mereka sepakat bahwa serangan sembrono Iran, termasuk terhadap kapal-kapal Red Ensign (British Shipping Registers) dan kapal-kapal sekutu dekat dan mitra Teluk kita, berisiko mendorong kawasan tersebut lebih jauh ke dalam krisis dan memperburuk dampak ekonomi yang dirasakan di Inggris dan di seluruh dunia."

Dalam tulisannya di akun media sosial X, pemimpin oposisi Konservatif Kemi Badenoch menyebut keputusan itu sebagai "perubahan haluan terbesar sepanjang masa."

Sejak serangan intensif AS-Israel dimulai pada 28 Februari, Inggris telah beralih dari penolakan awal terhadap akses ke pangkalan ke keadaan integrasi logistik dan kinetik yang mendalam.

"Meskipun mengambil tindakan yang diperlukan untuk membela diri dan sekutu kami, kami tidak akan terlibat dalam perang yang lebih luas," kata Perdana Menteri Inggris Starmer pada Senin, menambahkan bahwa pemerintah Inggris akan terus berupaya mengakhiri pertempuran.

Namun, peran Inggris yang semakin meluas dalam konflik tersebut telah memicu perdebatan yang berkembang tentang apakah perbedaan tersebut semakin sulit untuk dipertahankan.

Permusuhan regional di Timur Tengah telah meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal di seluruh wilayah tersebut dan secara efektif menutup Selat Hormuz bagi sebagian besar kapal.

Selat Hormuz merupakan sebuah jalur transit minyak utama yang biasanya menangani sekitar 20 juta barel per hari dan sekitar 20 persen dari perdagangan gas alam cair global. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.