Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulog Sumut Salurkan 17.600 Ton Beras SPHP untuk Stabilkan Harga

📅 Jumat, 20 Mar 2026, 16:53 WIB | Oleh:
Bulog Sumut Salurkan 17.600 Ton Beras SPHP untuk Stabilkan Harga Doc: antara foto
Ket. beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)

MEDAN - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan sebanyak 17.600 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada sejumlah mitra guna menstabilkan harga beras di pasaran.

"Penyaluran 17.600 ton beras SPHP tersebut dilakukan pada periode Januari hingga 18 Maret 2026," ujar Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Jumat (20/3).

Budi mengatakan penyaluran dilakukan melalui sejumlah mitra, antara lain Program Gerakan Pangan Murah (GPM), pengecer di pasar rakyat, gerai pangan binaan pemerintah daerah, serta badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pangan.

Ia mengatakan, khusus untuk Program GPM, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta pemerintah kabupaten dan kota.

"Memang pada Ramadhan tersebut, kami terus menyalurkan ke sejumlah mitra. Total penyaluran beras SPHP itu bisa mencapai sekitar 500 sampai 700 ton per hari untuk menjaga stabilitas harga," ucapnya.

Sementara tu untuk harga, Budi mengatakan ketentuan harga tetap mengacu pada harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp13.100 per kilogram. Tapi, harga jual di lapangan dapat menyesuaikan kebijakan masing-masing instansi dalam kerja sama tersebut.

Ia mengatakan, dalam menjaga stabilitas harga di pasar, tidak hanya sekadar memberi pasokan beras, tetapi juga mempertimbangkan tingkat ketersebarannya.

"Upaya tersebut bukan hanya pasokan, melainkan juga sebaran barang tersebut untuk menjaga stabilitas harga di pasar," kata dia.

Untuk itu, pihaknya terus menggencarkan distribusi beras SPHP melalui seluruh mitra guna menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

"Kami berharap kerja sama tersebut dapat mempercepat distribusi ke pasar-pasar hingga daerah pelosok Sumut dan menjadi alternatif bagi masyarakat dalam memperoleh beras dengan harga terjangkau," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.