Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bosscha Prediksi Posisi Hilal 1 Syawal Sangat Rendah Kamis Besok, Tanda-tanda Apa?

24 Rabu, 18 Mar 2026, 19:45 WIB | Oleh:
Bosscha Prediksi Posisi Hilal 1 Syawal Sangat Rendah Kamis Besok, Tanda-tanda Apa? Bosscha Prediksi Posisi Hilal 1 Syawal Sangat Rendah Kamis Besok, Tanda-tanda Apa? Doc: ANTARA/HO ITB
Ket. Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat.

BANDUNG - Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) memprediksi posisi hilal penentu 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis (19/3) mendatang berada pada posisi yang sangat rendah dan menantang untuk diamati secara astronomis dari wilayah Indonesia.

Berdasarkan data perhitungan Bosscha, posisi bulan pada 29 Ramadhan 1447 Hijriah tersebut berada sangat dekat dengan matahari saat terbenam. Ketinggian hilal di Indonesia terpantau hanya berkisar antara 0 hingga 3 derajat di atas ufuk, khususnya di wilayah bagian barat.

"Secara astronomis, kondisi tersebut menunjukkan bahwa hilal berada pada batas yang menantang untuk diamati. Keberhasilan pengamatan akan sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer dan transparansi langit," kata Peneliti Observatorium Bosscha ITB Yatny Yulianty di Bandung, Rabu.

Baca juga: Lebaran berpeluang beda, elongasi hilal masih di bawah standar MABIMS

Yatny menjelaskan parameter geometri menunjukkan elongasi geosentrik di wilayah Indonesia berkisar antara 4,6 hingga 6,2 derajat.

Sementara itu jarak sudut pandang pengamat dari permukaan bumi atau elongasi toposentrik berada pada kisaran lebih rendah yakni 4,0 hingga 5,5 derajat.

Guna memverifikasi kondisi batas kriteria visibilitas tersebut, tim astronom Bosscha akan melakukan pengamatan di dua titik strategis yakni di Lembang (Jawa Barat) dan Observatorium Lhok Nga (Aceh).

"Observatorium Lhok Nga dipilih karena posisi Bulan di wilayah Aceh berada di sekitar batas kriteria visibilitas hilal yang saat ini digunakan, sehingga pengamatan di lokasi tersebut menjadi penting untuk memverifikasi kondisi batas (constraint)," tutur Yatny yang juga Koordinator Kegiatan Publik Bosscha.

Meskipun menyajikan data ilmiah yang menjadi rujukan nasional, pihak Bosscha menegaskan bahwa kewenangan tunggal penetapan awal bulan Hijriah tetap berada di tangan pemerintah melalui Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) pada 19 Maret 2026.

Hasil pengamatan menggunakan teleskop dan instrumen pencitraan ini nantinya akan menjadi masukan ilmiah sekaligus memperkaya basis data penelitian jangka panjang mengenai visibilitas hilal di wilayah tropis seperti Indonesia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
Banjir Luapan Sungai di Ace...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.