Tunggu Hujan Alami di Hari Idulfitri, Pemprov DKI Jakarta Tiadakan Modifikasi Cuaca

Selasa, 17 Mar 2026, 14:05 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pemerintah daerah belum berencana melakukan rekayasa cuaca atau hujan buatan. Keputusan tersebut diambil meski suhu panas ekstrem tengah melanda wilayah ibu kota dalam beberapa hari terakhir.

Pramono menyampaikan bahwa kebijakan tersebut didasarkan pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Pemerintah menilai kondisi cuaca masih dapat diantisipasi tanpa perlu intervensi hujan buatan.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pemerintah daerah belum berencana melakukan rekayasa cuaca atau hujan buatan. Keputusan tersebut diambil meski suhu panas ekstrem tengah melanda wilayah ibu kota dalam beberapa hari terakhir. — Sumber: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh

"Jakarta masih belum memerlukan dibuat hujan buatan," kata Pramono Anung.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca panas yang terjadi saat ini bersifat sementara. Perubahan cuaca diperkirakan akan terjadi menjelang dan saat Hari Raya Idulfitri 2026.

Menurut Pramono, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas menengah berpotensi turun saat Idulfitri berlangsung. Hal ini menjadi salah satu alasan pemerintah belum mengambil langkah rekayasa cuaca dalam waktu dekat.

Di sisi lain, BMKG juga memperkirakan suhu panas ekstrem masih akan berlangsung hingga mendekati Idulfitri. Kondisi tersebut diprediksi terjadi sekitar 20 hingga 22 Maret 2026.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca panas tersebut. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan pada waktu tertentu untuk menghindari risiko kesehatan.

Waktu yang perlu diwaspadai adalah antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Pada jam tersebut, paparan sinar matahari cenderung berada pada tingkat paling tinggi.

Selain itu, masyarakat juga disarankan menggunakan perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan topi, payung, kacamata hitam, hingga pakaian berlengan panjang dinilai dapat membantu mengurangi paparan panas.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat. Terutama bagi kelompok rentan yang lebih mudah terdampak oleh kondisi cuaca ekstrem.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memantau perkembangan kondisi cuaca secara berkala. Koordinasi dengan BMKG juga dilakukan untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil tetap berdasarkan data dan analisis yang akurat.

Dengan kondisi ini, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari. Langkah tersebut penting agar tetap produktif tanpa mengabaikan faktor kesehatan di tengah cuaca panas ekstrem.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.