Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rumah Sakit dan Puskesmas di Bantul Siagakan Petugas Layanan Maternal Neotanal di Masa Libur Lebaran

📅 Senin, 16 Mar 2026, 13:05 WIB | Oleh:
Rumah Sakit dan Puskesmas di Bantul Siagakan Petugas Layanan Maternal Neotanal di Masa Libur Lebaran Doc: antara foto
Ket. Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widiyantara

BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyiapkan rumah sakit dan puskesmas agar menyiagakan petugas kesehatan untuk pelayanan kegawatdaruratan maternal neotanal selama masa libur Lebaran 2026.

Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widiyantara mengatakan sebagai kesiapsiagaan kegawatdaruratan maternal neonatal RS yang melayani kesehatan ibu anak baik RS PONEK (Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif) maupun non-PONEK menjadwalkan dokter spesialis obstetry dan ginekologi yang bisa siaga.

"Sedangkan puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) dan puskesmas rawat inap lainnya agar menyiagakan petugas dan sarana prasarana untuk pelayanan kegawatdaruratan maternal neonatal," katanya di Bantul, Senin (16/3).

Dia mengatakan semua puskesmas agar melakukan pemantauan kesehatan ibu dan anak sesuai wilayah kerja, dengan sasaran pemantauan adalah ibu hamil dengan hari perkiraan lahir pada 13 Maret sampai 30 Maret 2026.

"Jika diperlukan dapat dilakukan rujukan dengan menggunakan alur manual rujukan Kabupaten Bantul dan dipastikan kelengkapan berkas seperti surat rujukan, surat keterangan dalam perawatan, dan lain lain," katanya.

Petugas puskesmas, kata dia, agar memastikan tujuan rujukan bila ibu hamil tersebut yang memerlukan, memastikan ibu hamil mempunyai jaminan kesehatan, serta memastikan ibu hamil sudah mempersiapkan dua calon donor darah.

"Selain itu melakukan edukasi agar ibu hamil meningkatkan upaya perilaku hidup bersih dan sehat dengan rajin cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker di tempat ramai dan makan makanan bergizi," katanya.

Lebih lanjut Agus mengatakan semua puskesmas dan RS agar melaporkan kejadian potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), kejadian keracunan makanan, dan penyakit potensial KLB lain untuk kepentingan tindak lanjut.

Selain itu seluruh rumah sakit, puskesmas, dan klinik, meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit potensial KLB atau wabah demam berdarah, leptospirosis, hantavirus, serta malaria, melalui pemantauan wilayah setempat.

"Dan melakukan skrining malaria kepada masyarakat dengan riwayat bepergian pulang dari daerah endemis malaria dengan atau tanpa gejala melalui pemeriksaan RDT dan dilanjutkan dengan pemeriksaan mikroskopis jika terkonfirmasi positif," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.