Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Dua Anak Lebih Sehat”, Pemprov Sulteng Perkuat Kampanye Keluarga Berencana.

📅 Jumat, 13 Mar 2026, 11:25 WIB | Oleh:
“Dua Anak Lebih Sehat”, Pemprov Sulteng Perkuat Kampanye Keluarga Berencana. Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong slogan “dua anak lebih sehat” makin kuat bergema di masyarakat, sebagai langkah memperkuat kesadaran keluarga berencana.

“Dua anak lebih sehat dan lebih baik. Berencana itu keren," kata Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido dalam sambutan saat membuka Rakorda Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026 di Palu, Jumat.

Menurutnya, penerapan prinsip dua anak lebih sehat dalam keluarga dapat memberikan ruang bagi keluarga untuk lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan kesehatan, pendidikan, dan gizi anak. 

Dengan begitu, peluang anak tumbuh sehat dan terhindar dari stunting diyakininya akan semakin besar. Lebih lanjut dalam konteks pencegahan stunting, wagub meminta pengintegrasian dua instrumen pengukuran yakni SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) dan e-PPGBM (elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) guna mendapat gambaran penanganan stunting yang komprehensif.

Wagub menyoroti pentingnya e-PPGBM untuk pencatatan data anak di Posyandy/Puskesmas sehingga membantu pemantauan kasus stunting secara bulanan. Dengan langkah itu, ia optimis intervensi program akan lebih cepat dan tepat sasaran.

Selanjutnya, dalam penilaian kasus anak stunting, wagub mengatakan tidak seharusnya hanya bertumpu pada indikator tinggi badan anak sebab harus pula didukung indikator lain seperti berat badan anak di bawah ideal, respon motorik yang lemah, kemampuan kosentrasi yang kurang hingga imunitas yang lemah sehingga anak rentan sakit.   

“Melihat stunting bukan hanya dari faktor tinggi badan tapi juga dari faktor-faktor lain,” ujarnya.

Dia juga memandang pentingnya pendekatan kunjungan ke rumah sasaran intervensi stunting yang sudah terdata dalam e-PPGBM namun mereka jarang datang ke Posyandu/Puskesmas. Langkah tersebut harus dilakukan supaya proses pemantauan dan pencatatan bulanan tidak terhambat serta memastikan program intervensi stunting tidak berhenti.

Wagub Reny mengapresiasi dan mendukung program-program unggulan BKKBN Perwakilan Sulteng yang sejalan dengan program pemerintah provinsi melalui Berani Sehat dan Berani Cerdas. Diantaranya program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) sebagai kolaborasi lintas sektor dalam menanggulangi angka stunting.

Pada kesempatan yang sama, ikut dilakukan penandatanganan MoU pelaksanaan program Bangga Kencana antara BKKBN Perwakilan Sulteng dengan sejumlah mitra kerja sebagai langkah memperkuat sinergi dan kolaborasi pembangunan keluarga berkualitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.