Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akhirnya Ditemukan Solusi Atasi Rob Demak

📅 Jumat, 13 Mar 2026, 12:35 WIB | Oleh:
Akhirnya Ditemukan Solusi Atasi Rob Demak Doc: ist
Ket. banjir rob

SEMARANG – Warga Demak berkali-kali tersiksa setiap ada rob karena terus menggenangi kawasannya. Ini terutama dirasakan warga Bonang. Kini sudah ada solusi yang segera diterapkan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan penanganan rob di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak akan diprioritaskan melalui normalisasi sungai serta pembangunan infrastruktur perikanan, berupa tempat pelelangan ikan (TPI) dan dermaga apung.

"Pembangunan dermaga apung dipilih karena wilayah kampung nelayan di Dukuh Kongsi, Desa Purworejo kerap dikepung air pasang sehingga dermaga konvensional sulit digunakan secara optimal," ujarnya di Demak, Jumat.

Ia mengungkapkan anggaran untuk pembangunan TPI dan dermaga apung sebenarnya sudah tersedia. Saat ini pemerintah provinsi hanya perlu mendorong percepatan realisasi pembangunan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Meski demikian, Taj Yasin menekankan pentingnya langkah proaktif dari pemerintah desa dalam mempercepat proses pengajuan. Dengan begitu, tahapan lelang hingga pengerjaan fisik melalui APBD dapat segera dilakukan.

"Saya minta dari desa ada percepatan usulan, supaya kita bisa mendorong biro APBJ (Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa) segera lelang dan pengerjaannya bisa segera dilakukan," ujarnya.

Kepala Desa Purworejo Rifqi Salafudin mengungkapkan kondisi rob di wilayah itu sempat mencapai titik terparah pada 2024, ketika hampir seluruh wilayah desa terendam air pasang.

Menurut dia, setelah dilakukan pengurukan pada 2025, kondisi genangan memang berkurang, tetapi saat air pasang tinggi dermaga masih bisa terendam hingga sekitar satu meter.

"Sekarang masih sekitar 50 persen. Kalau air pasang bisa tenggelam sampai satu meter," ujarnya.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga. Nelayan kesulitan mendistribusikan hasil tangkapan ke TPI karena kendaraan pengangkut tidak dapat masuk akibat akses yang tergenang rob.

Oleh karena itu, masyarakat berharap pembangunan dermaga apung dapat segera direalisasikan sebagai solusi jangka panjang bagi aktivitas nelayan.

Rifqi juga berharap, pembangunan nantinya tidak hanya berfokus pada dermaga apung, tetapi turut memperhatikan perlindungan akses darat agar kendaraan roda empat tetap dapat menjangkau area pendaratan ikan.

"Teknologi dermaga apung harus dibarengi dengan proteksi akses darat agar kendaraan roda empat tetap bisa masuk menjemput hasil laut. Kami ingin mengetahui teknisnya secara detail dulu. Jangan sampai hanya apung saja yang dibangun, tetapi daratannya semakin hilang," ujarnya.

Ia berharap, pembangunan tersebut menjadi solusi nyata bagi masyarakat pesisir sekaligus mampu mempertahankan sisa daratan desa yang terus tergerus rob.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.