Dampak Serangan Fasilitas Minyak, Teheran Kini Terancam Fenomena Hujan Asam

Kamis, 12 Mar 2026, 20:12 WIB

JENEWA - Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (10/3) mengatakan bahwa 10 hari perang di Timur Tengah telah mengacaukan kehidupan di seluruh kawasan tersebut dan wilayah sekitarnya, dengan "hujan hitam" beracun akibat serangan terhadap depot minyak, serta gangguan pada rantai pasokan kemanusiaan yang menimbulkan dampak luas.

Berbicara dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, Ravina Shamdasani, juru bicara (jubir) Kantor Hak Asasi Manusia PBB, mengutarakan kekhawatiran mengenai dampak kesehatan dan lingkungan akibat serangan Israel dan AS terhadap depot minyak di Iran, seiring menyebarnya polutan beracun di udara.

Dia menyebutkan bahwa dampak ini memicu "pertanyaan-pertanyaan serius mengenai apakah kewajiban proporsionalitas dan prinsip kehati-hatian sesuai hukum kemanusiaan internasional telah dipenuhi" dalam serangan tersebut, seraya menekankan bahwa lokasi-lokasi yang terkena serangan "tampaknya tidak digunakan secara eksklusif untuk keperluan militer".

Christian Lindmeier, jubir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memperingatkan bahwa "hujan hitam" dan "hujan asam" yang mengguyur Teheran pascaserangan tersebut merupakan bahaya nyata bagi rakyat Iran.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta otoritas terkait, dan otoritas Iran telah mengeluarkan peringatan yang menyarankan warga untuk tetap berada di dalam rumah, terutama mengingat adanya serangan terhadap gudang-gudang minyak," ujarnya

Ket. Foto: — Sumber: AFP/GETTY IMAGES

Lindmeier menambahkan bahwa laporan mengenai serangan terhadap infrastruktur minyak di Bahrain dan Arab Saudi juga menimbulkan kekhawatiran akan adanya paparan polusi regional yang lebih luas.

Perwakilan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) di Lebanon, Karolina Lindholm Billing, mengatakan lebih dari 100.000 orang telah mengungsi akibat serangan Israel dan perintah evakuasi dalam 24 jam terakhir, sehingga total warga yang terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya akibat konflik ini mencapai hampir 700.000 jiwa.

"Kami melihat deretan mobil di sepanjang jalan dengan orang-orang yang tidur di dalamnya," ungkapnya. Sebagian besar melarikan diri dengan tergesa-gesa hampir tidak membawa apa-apa. Mereka mencari perlindungan di Beirut, wilayah Gunung Lebanon, Lebanon utara, dan sebagian wilayah Bekaa.

Jean-Martin Bauer, direktur Layanan Analisis Pangan dan Gizi Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) PBB, memperingatkan tentang dampak konflik di Selat Hormuz dan Selat Bab El-Mandeb di lepas pantai Tanduk Afrika.

"Dua titik utama dalam tatanan rantai pasok global terdampak oleh pembatasan dan risiko, sehingga perusahaan pelayaran mengalihkan layanan mereka," sebut Bauer, seraya menambahkan bahwa kebutuhan akan asuransi risiko perang untuk pengiriman menimbulkan biaya tambahan sebesar 2.000 hingga 4.000 dolar AS per kontainer di wilayah-wilayah yang berisiko. Ant/Xinhua

  • hujan asam

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.