Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Momentum Ramadan dan Idulfitri Dongkrak Pertumbuhan Industri Halal Nasional

4 Rabu, 11 Mar 2026, 12:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Momentum Ramadan dan Idulfitri Dongkrak Pertumbuhan Industri Halal Nasional Momentum Ramadan dan Idulfitri Dongkrak Pertumbuhan Industri Halal Nasional Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA-Momentum bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri setiap tahunnya selalu mendorong peningkatan konsumsi masyarakat terhadap berbagai produk halal nasional. Mulai dari makanan dan minuman, fesyen muslim, kosmetik, hingga produk farmasi halal, mengalami lonjakan permintaan yang signifikan seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama periode tersebut.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, peningkatan konsumsi pada momen Ramadan dan Idulfitri menjadi peluang strategis untuk memperkuat pengembangan industri halal nasional. Menurutnya, industri halal tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan religius masyarakat, tetapi juga telah berkembang menjadi sektor ekonomi bernilai tinggi yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan industri manufaktur dan perekonomian nasional.

Industri halal bukan sekadar memenuhi kebutuhan keagamaan masyarakat, tetapi juga merupakan peluang ekonomi yang sangat besar. "Dengan jumlah penduduk muslim yang besar serta meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk halal, Indonesia memiliki potensi kuat untuk menjadi salah satu pusat industri halal dunia," kata Menperin di Jakarta, Rabu (11/3).

Agus menjelaskan, kesadaran masyarakat terhadap produk halal saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek kehalalan secara syariah, tetapi juga semakin dikaitkan dengan jaminan kualitas dan keamanan produk. Produk halal dinilai memiliki proses produksi yang lebih transparan, higienis, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen.

"Edukasi mengenai pentingnya produk halal perlu terus diperkuat, karena sertifikasi halal tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi konsumen muslim, tetapi juga menjamin kualitas produk, keamanan bahan baku, serta transparansi proses produksi," ungkapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Perindustrian juga terus mendorong para pelaku industri dalam negeri, khususnya sektor industri kecil dan menengah (IKM), agar proaktif untuk dapat memperoleh sertifikasi halal. Sertifikasi tersebut diyakini dapat meningkatkan daya saing produk industri nasional, baik di pasar domestik maupun pasar global.

Menurut Agus, sertifikasi halal memberikan nilai tambah yang signifikan bagi produk industri. Selain meningkatkan kepercayaan konsumen, sertifikasi halal juga membuka akses pasar yang lebih luas, terutama di negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim.

Data perdagangan global menunjukkan bahwa nilai ekspor produk halal Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2024, nilai ekspor produk halal Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari USD50 miliar, yang mencakup sektor makanan dan minuman halal, fesyen muslim, kosmetik, serta produk farmasi.

Pemerintah juga terus mempercepat proses sertifikasi halal melalui berbagai program pembinaan dan fasilitasi bagi pelaku industri. Kemenperin rutin memberikan pendampingan, pelatihan, serta fasilitasi sertifikasi halal bagi industri kecil dan menengah agar mampu memenuhi standar halal yang berlaku.

Melalui program pembinaan yang dilakukan oleh Kemenperin, ribuan pelaku IKM telah mendapatkan fasilitasi sertifikasi halal. "Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri halal nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk industri dalam negeri,' paparnya.

Menperin juga menambahkan bahwa produk halal kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup modern yang diminati tidak hanya oleh konsumen muslim, tetapi juga masyarakat global yang semakin memperhatikan aspek kesehatan, kualitas, dan keamanan produk.

Pasar global

Di tingkat global, potensi pasar industri halal masih sangat besar. Berdasarkan berbagai laporan ekonomi syariah internasional, nilai potensi pasar halal global lebih dari USD3 triliun per tahun. Namun demikian, perdagangan intra-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) masih relatif rendah, sehingga menciptakan kesenjangan antara kebutuhan impor dan potensi ekspor produk halal.

Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas pangsa pasar produk halal di tingkat global. Dengan kekuatan sektor industri manufaktur serta dukungan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar, Indonesia dinilai memiliki peluang strategis untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok industri halal dunia.

"Dengan dukungan kebijakan pemerintah, peningkatan kualitas industri, serta sinergi antara pelaku industri, lembaga sertifikasi, dan berbagai pemangku kepentingan, kami optimistis industri halal Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi pemain global yang diperhitungkan,"pungkas Agus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Demokrat Amankan 219 Kursi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Istana Nilai Dugaan Penyadapan Kepala Negara dan Sejumlah Pejabat Negara Mengarah ke Makar

Istana Nilai Dugaan Penyadapan Kepala Negara dan Sejumlah Pejabat Negara Mengarah ke Makar

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.