Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ledakan Guncang Kedubes AS di Oslo, Polisi Selidiki Dugaan Teror

📅 Senin, 09 Mar 2026, 20:57 WIB | Oleh:
Ledakan Guncang Kedubes AS di Oslo, Polisi Selidiki Dugaan Teror Doc: AFP

ISTANBUL - Pihak kepolisian Norwegia sedang menyelidiki sebuah ledakan yang terjadi di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Oslo, Minggu pagi (8/3), dengan dugaan motif mengarah pada tindak terorisme terkait situasi keamanan global saat ini.

Dalam sebuah konferensi pers, Minggu, Kepala Unit Penyelidikan dan Intelijen Gabungan Frode Larsen mengatakan otoritas Norwegia tengah menyelidiki sejumlah kemungkinan penyebab ledakan.

Namun demikian, menurut laporan media milik Pemerintah Norwegia, Norsk Rikskringkasting (NRK), ledakan tersebut diyakini merupakan serangan yang disengaja terhadap Kedubes AS di Oslo.

"Salah satu hipotesisnya adalah ini merupakan tindak terorisme, tetapi kami belum menetapkannya. Kami harus terbuka terhadap kemungkinan ada alasan lain yang menyebabkan hal tersebut. Hal yang wajar untuk melihat peristiwa ini dalam konteks situasi keamanan saat ini," kata Larsen yang merujuk pada eskalasi konflik di Timur Tengah di tengah serangan AS-Israel ke Iran.

Meskipun ada kasus ledakan di Kedubes AS, tingkat ancaman nasional di Norwegia tidak berubah, kata pejabat keamanan Norwegia itu.

Adapun pernyataan Dinas Kepolisian Norwegia menyampaikan bahwa sejumlah besar petugas kepolisian Norwegia telah dikerahkan ke area sekitar Kedubes AS di distrik Huseby, Oslo bagian barat, setelah adanya laporan ledakan keras sekitar pukul 01.00 waktu setempat atau pukul 07.00 WIB, Senin.

Pihak kepolisian menyatakan telah berkomunikasi dengan pihak Kedubes AS dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Otoritas setempat kemudian memastikan bahwa sebuah ledakan terjadi di gedung kedubes, tepatnya di depan pintu masuk bagian konsuler. Namun, tidak ada kerusakan signifikan yang dilaporkan.

Menurut komandan kepolisian setempat, Michael Dellemyr, ledakan tersebut menyebabkan kerusakan ringan dan pihak berwenang belum akan menyampaikan bentuk atau penyebab pasti kerusakan karena masih dalam penyelidikan tahap awal.

Otoritas Norwegia masih meneruskan pencarian terhadap satu atau lebih terduga pelaku, dengan penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara dan mewawancarai saksi mata.

Pihak kepolisian setempat juga memastikan pencarian di sekitar kompleks Kedubes AS dan tidak menemukan adanya indikasi bahan peledak lain di kawasan itu. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.