Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebaran Berpeluang Beda, Kemenag: Elongasi Hilal Masih di Bawah Standar MABIMS

📅 Senin, 09 Mar 2026, 14:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lebaran Berpeluang Beda, Kemenag: Elongasi Hilal Masih di Bawah Standar MABIMS Doc: ANTARA
Ket. Direktur Urusan Agama Islam Kementerian Agama Aesad Hidayat.

JAKARTA - Direktur Urusan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Arsad Hidayat menyampaikan secara perhitungan hisab posisi hilal pada akhir Ramadhan masih belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan oleh negara anggota MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

“Kalau berdasarkan hitungan hisab, ketinggian hilal itu sekitar 0 sampai 3 derajat dan yang tertinggi berada di wilayah Aceh. Kemudian untuk elongasi 4 sampai 6 derajat,” kata Arsad dalam press briefing di Jakarta, Senin (9/3).

Dalam standar MABIMS, lanjutnya, ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Secara perhitungan meskipun dari sisi ketinggian hilal ada kemungkinan memenuhi syarat, namun dari aspek elongasi masih belum mencapai batas minimal yang ditetapkan dalam kriteria imkan rukyat versi MABIMS.

Maka dari itu, kata dia, 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idul Fitri 2026 antara ketetapan pemerintah dengan Muhammadiyah berpeluang kembali berbeda seperti halnya penentuan awal Ramadhan.

“Kalau kriteria imkan rukyat versi MABIMS itu elongasinya minimal 6,4 derajat. Jadi kalau berdasarkan kriteria visibilitas hilal MABIMS, memang masih belum memungkinkan untuk bisa dilihat,” ucap Arsad.

Meski demikian Arsad menegaskan kepastian penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan diselenggarakan pemerintah melalui Kementerian Agama.

“Keputusan akhir tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan dilaksanakan pada 19 Maret 2026,” katanya.

Dihubungi terpisah, Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin memprakirakan 1 Syawal 1447 Hijriah kemungkinan berbeda antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Muhammadiyah telah menetapkan lebih dulu 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat 20 Maret 2026 yang didasarkan pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Sementara berdasarkan hisab rukyat pemerintah yang berpedoman pada standar MABIMS, saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS. Dengan demikian 1 Syawal jatuh pada 21 Maret 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Jerman Guyur Ukraina Bantuan 1 Miliar Euro

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Jerman Guyur Ukraina Bantua...
Advertisement
Babak Pertama Final FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Ditahan Imbang Thailand 0-0

Babak Pertama Final FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Ditahan Imbang Thailand 0-0

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.