Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cakupan Program CKG Bakal Diperluas Dukung Kesehatan Mental Anak dan Cegah Bunuh Diri

8 Senin, 09 Mar 2026, 14:02 WIB | Oleh:
Cakupan Program CKG Bakal Diperluas Dukung Kesehatan Mental Anak dan Cegah Bunuh Diri Cakupan Program CKG Bakal Diperluas Dukung Kesehatan Mental Anak dan Cegah Bunuh Diri Doc: antara foto
Ket. Siswa menjalani cek kesehatan gratis dari pemerintah.

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bakal memperluas cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 14 juta anak pada 2026, sebagai upaya promotif-preventif guna meningkatkan dukungan kesehatan mental anak serta mencegah bunuh diri.

Dia menjelaskan, pada 2025, cakupan CKG anak-anak baru mencapai tujuh juta orang dari target 25 juta orang. Dari hasil tersebut, sekitar 4,4 persen atau 338 ribu memiliki gejala kecemasan (anxiety). Sementara itu, 4,8 persen atau 363 ribu memiliki gejala depresi.

"Dalam tahun 2026 ini udah ada empat orang yang meninggal. Empat anak yang meninggal itu ada di NTT, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur. Usianya 11-14 tahun. Dan tidak hanya dari golongan miskin seperti yang di Ngada," kata Budi di Jakarta, Senin (9/3).

Dia menyebutkan, ada dua faktor signifikan penyebab seorang anak ingin bunuh diri, yang pertama adalah faktor keluarga, misalnya jika ada konflik atau karena pola asuh.

Sementara faktor kedua, adalah lingkungan, misalnya karena perundungan dalam lingkungan akademik.

Oleh karena itu, pihaknya berharap dapat memperluas skrining kesehatan jiwa, guna mengetahui lebih dini anak-anak yang memiliki risiko masalah kesehatan mental.

"Penyebabnya adalah di keluarga, yang paling besar. Sehingga kita harus mengedukasi bukan hanya anaknya, tapi juga orang tuanya. Terutama ibu-ibu. Karena ibu-ibu gak sadar bahwa kalau pola asuh yang mereka lakukan menyebabkan anaknya anxiety, terus depresi, terus mau bunuh diri," katanya.

Selain itu, katanya, Kemenkes juga akan mengedukasi para guru, agar dapat mengidentifikasi tekanan sosial seperti perundungan dan mengintervensi.

"Dan kita juga tetap akan membuka layanan bantuan darurat. Jadi kalau mereka mengalami mereka bisa call kita," katanya.

Kemenkes juga menyiapkan tata laksana atau perawatan bagi anak-anak yang membutuhkan tindak lanjut. Puskesmas, katanya, akan dilengkapi dengan tenaga profesional yang dapat melakukan perawatan medis untuk masalah kesehatan jiwa.

"Dan kita juga udah ngomong sama Pak Mendikdasmen (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti) agar di sekolah juga bisa dibantu. Untuk bisa melakukan layanan kesehatan jiwa bagi yang memang anak-anak yang bermasalah," katanya.

Budi juga mengonfirmasi bahwa pihaknya bersama kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Agama, Kemendikdasmen, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Polri, menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) sembilan menteri dan kepala lembaga guna memperkuat upaya menjaga kesehatan mental anak.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengimbau media untuk memberitakan kasus kesehatan jiwa secara positif, edukatif, dan berimbang seperti dengan cara melindungi kerahasiaan data pasien, guna menjaga kesehatan mental orang-orang yang terdampak serta publik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Perum Bulog Bandung Jamin S...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.