Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Purbaya Ungkap Dirinya Tak Khawatir Penilaian Lembaga Rating

📅 Sabtu, 07 Mar 2026, 16:05 WIB | Oleh:
Menkeu Purbaya Ungkap Dirinya Tak Khawatir Penilaian Lembaga Rating Doc: RRI/Magdalena Krisnawati
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan dirinya tidak terlalu khawatir dengan penilaian sejumlah lembaga rating internasional. Ia beralasan, kondisi perekonomian Indonesia cukup baik dan berpotensi tetap tumbuh tinggi tahun ini.

“Enggak tahu lihatnya darimana, kalau kita lihat rasio utang kita terhadap PDB aman. Defisit terhadap PDB aman, pertumbuhan ekonomi kita bahkan paling tinggi di antara G20,” kata Menku Purbaya dalam media briefing di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3).

Dia membandingkan dengan pertumbuhan ekonomi negara-negara Asean seperti Thailand, Malaysia dan Vietnam yang pertumbuhan ekonominya di bawah 5 persen.

“Tapi kenapa Indonesia? mungkin masih pemerintahan baru, dan Menteri Keuangan nya juga baru. Mereka sanksi jangan-jangan Menteri Keuangannya enggak bisa ngitung,” ucap dia.

Menurut dia, penilaian itu muncul kemungkinan karena dirinya belum ke luar negeri selama menjabat sebagai Menteri Keuangan. Tadinya ia berpikir tidak akan ke luar negeri dulu sebelum perekonomian Indonesia tumbuh 6 persen.

“Tapi sekarang musti berubah, sepertinya saya musti marketing juga keadaan kita seperti apa. Jadi April nanti saya akan keluar negeri untuk memastikan bahwa aMenteri Keuangan kita ngertilah apa yang dikerjakan,” ujar dia.

Ia mengatakan, tugas pemerintah sekarang adalah membuktikan perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih baik tahun ini. Dari perhitungannya, di triwulan I 2026 perekonomian Indonesia bisa tumbuh 5,5 sampai 6 persen.

Pemerintah, lanjut dia, akan mengerahkan semua mesin pertumbuhan, sehingga keraguan lembaga pemeringkat internasional bisa terbantahkan. “Kita akan pastikan pertumbuhan ekonomi kita berkesinambungan dan tidak membahayakan fiskal,” kata dia.

“Itu akan membuat mereka terpaksa mengubah asesmennya. Jadi tidak usah takut kalau mereka memberikan outlook negatif,” imbuh dia.

Baru-baru ini, lembaga S&P Global Ratings merilis hasil penilainnya untuk Indonesia. Lembaga itu mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level BBB (investment grade) dengan outlook stabil.

Sementara itu, Fitch Ratings memberikan afirmasi terhadap peringkat Sovereign Credit Indonesia di level BBB. Namun Fitch mengubah outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
  • Perkuat Kesiapan Awak Kapal, Kemenhub Gelar Workshop Safety Training untuk Hadapi Situasi Darurat
    Langkah sinergis Ditjen Hubla dan manajemen PT PELNI ...
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Jadwal Asian Games: Kontingen Merah Putih Bakal Tanding di 15 Cabor

Jadwal Asian Games: Kontingen Merah Putih Bakal Tanding di 15 Cabor

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.