Kementerian PU Rencanakan Pembangunan Tol Lembah Anai

Sabtu, 07 Mar 2026, 14:50 WIB

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merencanakan pembangunan Jalan Tol Lembah Anai Sumatra Barat sebagai solusi mengurangi kepadatan lalu lintas. Pembangunan jalan tol tersebut sekaligus untuk meningkatkan keamanan jalur Padang–Bukittinggi.

“Pembangunan tol ini untuk mengurangi trafik. Jalan nasional Lembah Anai sebenarnya sudah tidak layak karena berada di tebing dan rawan longsor,” kata Menteri PU Dody Hanggodo saat memberikan sambutan dalam Media Gathering di kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (6/3).

Ket. Foto: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (tengah) — Sumber: RRI/Aditya Prabowo

Menurut Dody, hujan deras dalam waktu beberapa jam saja berpotensi memicu longsor di kawasan tersebut. Sehingga, kata Dody, sangat diperlukan solusi infrastruktur jangka panjang.

“Kalau hujan deras empat sampai lima jam. Saya yakin bisa terjadi longsor lagi di kawasan Lembah Anai,” ucap Dody.

Ia menjelaskan pembangunan jalan tol tersebut menjadi kebutuhan mendesak karena volume lalu lintas di jalur Padang–Bukittinggi cukup tinggi. Selain itu, Dody menyebut kondisi geografis di wilayah tersebut juga cukup menantang.

“Pembangunan tol ini memang tidak mudah karena harus membuat terowongan yang menembus bukit di sekitar kawasan Lembah Anai. Awalnya direncanakan oleh Hutama Karya, tetapi persyaratan teknisnya masih akan diatur oleh Dirjen Bina Marga bersama BPJT,” kata Dody.

Ia menegaskan pemerintah membuka peluang bagi pihak mana pun yang mampu mempercepat pembangunan proyek tersebut. Dody menambahkan pembangunan Tol Lembah Anai diharapkan dapat dimulai pada tahun 2026.

“Siapa pun boleh mengerjakan, yang penting prosesnya bisa cepat. Saat beliau (Presiden Prabowo) meninjau lokasi, kami sampaikan rencana ini dan beliau mengatakan untuk segera dikerjakan,” kata Dody.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga, Roy Rizali Anwar, mengatakan pemerintah terus memastikan kondisi jalan nasional tetap mantap menjelang arus mudik Lebaran 2026. Upaya ini dilakukan agar perjalanan masyarakat selama mudik berlangsung aman, nyaman, serta lancar di berbagai jalur utama.

“Indonesia memiliki 47.603 kilometer jalan nasional non-tol dengan tingkat kemantapan mencapai 93,50 persen saat ini. Hal ini menunjukkan kesiapan infrastruktur jalan nasional dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran,” kata Roy Rizali Anwar saat memberikan sambutan dalam Media Gathering di kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat.

Selain jaringan jalan nasional, Roy menyebut pemerintah juga menyiapkan jaringan jalan tol yang tersebar di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026.

“Pemerintah memberi perhatian khusus pada akses penyeberangan Jawa–Sumatera karena menjadi jalur utama mobilitas pemudik serta distribusi logistik nasional. Pelabuhan Merak, BBJ, Ciwandan, hingga Bakauheni menjadi tulang punggung arus logistik dan perjalanan masyarakat saat mudik,” ucap Roy. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.