Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulog Pastikan Harga Pangan di Banyumas Stabil Selama Ramadan

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 16:20 WIB | Oleh:
Bulog Pastikan Harga Pangan di Banyumas Stabil Selama Ramadan Doc: ANTARA/HO-Bulog Banyumas
Ket. Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji (kanan) saat melakukan inspeksi mendadak di salah satu ritel modern, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (3/3).

PURWOKERTO -- erum Bulog Kantor Cabang Banyumas memastikan harga dan ketersediaan komoditas pangan di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tetap stabil dan aman selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Kami memastikan stok tersedia dan harga masih sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) dan HAP (Harga Acuan Penjualan);yang ditetapkan pemerintah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.

Ia mengatakan hal itu diketahui dalam inspeksi mendadak yang dilakukan Bulog Banyumas bersama Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas serta Satgas Pangan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas di salah satu ritel modern dan Pasar Wage Purwokerto untuk memantau harga serta memastikan distribusi berjalan lancar pada hari ke-12 Ramadan, Selasa (3/3).

Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Wage, kata dia, beras medium dijual dengan harga Rp12.500-Rp13.300 per kilogram dan beras premium Rp14.000-Rp14.900 per kilogram.

Sementara beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual oleh pedagang dengan harga berkisar Rp58.500-Rp61.500 per karung isi 5 kilogram atau berkisar Rp11.700-Rp12.300 per kilogram.

Selain itu, minyak goreng rakyat merek Minyakita dijual dengan harga Rp15.500-Rp15.700 per liter.

“Seluruh harga tersebut masih berada dalam ketentuan HET dan HAP. Pengecer wajib menjual beras SPHP sesuai HET Rp12.500 per kilogram dan Minyakita Rp15.700 per liter,” katanya menegaskan.

Ia mengatakan pengecer juga diminta memasang banner harga agar terlihat jelas oleh masyarakat.

Di samping itu, kata dia, penjualan beras SPHP dibatasi maksimal dua karung per konsumen dan Minyakkita satu karton per konsumen guna menjaga pemerataan distribusi.

Menurut dia, Satgas Pangan Polresta Banyumas juga mengimbau pedagang untuk tetap berjualan secara wajar meskipun terjadi peningkatan permintaan menjelang Lebaran.

“Pemantauan dan sidak akan terus dilakukan selama Ramadan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan sesuai arahan pemerintah dan Badan Pangan Nasional (Bapanas),” kata Prawoko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.