Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

New York Dikepung Aksi Protes Serangan AS ke Iran

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 20:07 WIB | Oleh:
New York Dikepung Aksi Protes Serangan AS ke Iran Doc: AFP/KEN CEDENO/GETTY IMAGES

NEW YORK - Ratusan warga New York berkumpul di Times Square dan berpawai di sepanjang jalan-jalan di New York City sebagai bentuk protes atas serangan udara yang dikoordinasikan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2).

Pengunjuk rasa mengecam serangan terbaru terhadap Iran dan mendesak agar pemerintah mengalihkan anggaran negara untuk pendidikan, perumahan, dan prioritas dalam negeri lainnya.

Orang-orang membentangkan spanduk bertuliskan "Hentikan Perang di Iran", "Tidak Ada Perang Penggantian Rezim", "Trump Harus Mundur Sekarang", dan lain-lain.

Massa juga meneriakkan slogan-slogan seperti "Jangan campuri urusan Timur Tengah", "Hidup pembebasan, hapuskan penjajahan", dan slogan-slogan lainnya.

"Kita tidak boleh melupakan bahwa Amerika Serikat-lah yang memiliki lebih dari 5.000 hulu ledak nuklir yang siap diluncurkan. Amerika Serikat (AS) jugalah yang mengarahkan hulu ledak nuklir tersebut ke kota-kota dan pemukiman warga sipil seperti kita semua di seluruh dunia," kata Layan Fuleihan, direktur pendidikan di The People's Forum, sebuah organisasi sosialis sekaligus inkubator gerakan yang berbasis di New York City.

"Iran tidak menimbulkan ancaman bagi AS. Kami tidak akan tertipu oleh kebohongan yang digunakan untuk menipu kami 20 tahun yang lalu," kata Fuleihan dalam pidatonya di acara unjuk rasa.

Tidak ada alasan sama sekali dan tidak ada pekerja atau keluarga di AS yang mengatakan bahwa mereka bangun setiap hari dan merasa takut terhadap Iran, kata Fuleihan. "Ini bukan kenyataan di negara ini," lanjutnya.

"Serangan terhadap Iran oleh Donald Trump dan kelompoknya yang gila perang merupakan kejahatan politik yang besar, melanggar hukum internasional, dan bertentangan langsung dengan Konstitusi AS," bunyi selebaran yang dibagikan dalam aksi unjuk rasa tersebut, yang dikaitkan dengan David North, ketua Partai Kesetaraan Sosialis di AS.

Presiden AS Donald Trump telah menempatkan AS dan seluruh dunia pada jalur yang menghancurkan, dan perang tidak akan menyelesaikan krisis internal masyarakat Amerika maupun membalikkan kemunduran berkepanjangan posisi global kapitalisme AS, kata North.

Pemerintah AS adalah kekuatan imperialis paling agresif dalam sejarah, dan ini hanyalah perang imperialis lainnya, kata Marilyn Vogt-Downey, seorang pensiunan dosen ekonomi dan kebijakan luar negeri di New York City.

Menurut para penyelenggara yang hadir dalam aksi unjuk rasa tersebut, lebih banyak aksi protes menentang perang terhadap Iran dijadwalkan akan digelar di New York City dalam beberapa hari ke depan. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.