Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konflik Geopolitik Global Meningkat, Ekonom Unmul Ingatkan Pentingnya Swasembada Energi Indonesia.

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 20:32 WIB | Oleh:
Konflik Geopolitik Global Meningkat, Ekonom Unmul Ingatkan Pentingnya Swasembada Energi Indonesia. Doc: Antara Foto
Ket. Orang-orang memegang bendera nasional Iran di depan Big Ben selama protes terhadap serangan AS-Israel terhadap Iran, di Parliament Square di pusat kota London, Inggris, pada 28 Februari 2026

Pengamat ekonomi Universitas Mulawarman Rizky Yudaruddin mengingatkan pentingnya kesiagaan dan upaya mewujudkan swasembada energi bagi Indonesia di tengah meningkatnya eskalasi konflik geopolitik global saat ini.

"Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terkait pengayaan uranium ini memunculkan ketidakpastian pasar dan akan memberikan dampak berantai terhadap geopolitik dunia," kata Rizky di Samarinda, Minggu.

Akademisi yang masuk daftar dua persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia versi Stanford University itu menyebutkan bahwa eskalasi yang memburuk sangat berpotensi mengganggu jalur perdagangan internasional.

Gangguan khususnya akan berdampak pada kawasan di Laut Merah yang selama ini menjadi urat nadi bagi 70 persen perdagangan global, lanjutnya.

"Jalur perairan strategis tersebut sangat krusial bagi kelancaran distribusi pasokan komoditas energi ke berbagai penjuru dunia," kata akademisi yang pernah meneliti terkait dampak perang dan konflik geopolitik terhadap perilaku investor global.

Lebih lanjut Rizky mengatakan hambatan pada jalur distribusi logistik ini dipastikan akan memukul perekonomian banyak negara akibat tersendatnya rantai pasok.

"Kondisi tersebut tentu memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional secara signifikan," ujar dia.

Meskipun sebagian investor mungkin meraup keuntungan dari kenaikan harga saham, stabilitas sektor energi secara keseluruhan terdampak.

Menurut dia, kenaikan harga minyak dunia saat ini pada akhirnya berimbas langsung terhadap stabilitas perekonomian Indonesia.

"Seluruh sektor industri di Tanah Air akan merasakan beban berat karena tingginya ketergantungan nasional terhadap pasokan energi fosil dari luar negeri," kata Rizky.

Oleh karena itu, ia menyarankan pemerintah Indonesia harus merespons situasi tersebut dengan segera mengambil langkah-langkah strategis dan konkret.

Langkah utama yang harus digenjot adalah memaksimalkan potensi industri di dalam negeri guna mencapai target swasembada energi.

Upaya pencapaian swasembada, menurut dia, krusial dan mendesak demi memangkas ketergantungan negara terhadap pasokan energi asing.

Selain mengamankan energi konvensional, akselerasi pengembangan energi hijau atau terbarukan juga harus menjadi fokus utama pemerintah saat ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.