Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Mulai Lakukan Imunisasi Campak Pekan Ini

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 00:05 WIB | Oleh:
Kemenkes Mulai Lakukan Imunisasi Campak Pekan Ini  Doc: Kemenkes
Ket. Juru bicara Kemenkes Widyawati

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai melakukan imunisasi campak dan rubella pada pekan depan. Juru bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, imunisasi itu dilakukan karena meningkatnya kasua campak terutama untuk balita.

"Itu adalah kelompok yang rentan dengan penyaluran campak," kata Widyawati, Sabtu (28/2).

Menurut Widyawati, berdasarkan data tahun 2025, kelompok usia 1 sampai 4 tahun. Menyumbang sebanyak 45 persen dari total kasus campak.

"Angka itu telah terkonfitmasi oleh laboratorium," kata dia.

Sedangkan capaian imunisasi MR Masih relatif rendah. Sehingga, perlu dilakukan imunisasi MR serentak.

"Ini untuk melengkapi imunisasi bagi anak-anak balita yang belum lengkap status imunisasinya," kata dia.

Widyawati menyebut sekolah menjadi sasaran utama pelaksanaan imunisasi MR ini. Sehingga diharapkan upaya menggencarkan imunisasi ini dapat berjalan dengan lancar.

"Kita melakukan imunisasi ini di daerah-daerah yang cakupannya masih rendah," kata dia.

Widyawati berharap tidak ada penolakan dari masyarakat untuk pelaksanaan imunisasi ini. Terkait penolakan ini, pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat.

"Kita melakukan kampanye melalui iklan layanan masyarakat, Kita menayangkan di media sosial dan transportasi umum," kata dia.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga melakukan koordinasi dengan Kementerian/lembaga lain. Untuk mendukung pelaksanaan imunisasi ini.

"Kemenkes nggak bisa kerja sendiri tetapi memang butuh Kementerian lain untuk menyebarkan informasi bahwa vaksin imunisasi itu sangat penting," kata dia.

Diketahui, pada tahun 2026, ada 21 kejadian luar biasa (KLB) suspek campak di 17 kabupaten-kota di 11 provinsi. Dengan 13 KLB campak konfirmasi lab di 9 kabupaten-kota di 6 provinsi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.