Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dedi Mulyadi Bantu Pemulangan Warga Diduga Korban Pengantin Pesanan

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 07:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dedi Mulyadi Bantu Pemulangan Warga Diduga Korban Pengantin Pesanan Doc: ANTARA
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat melaksanakan kegiatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (28/2/2026) malam.

CIREBON – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan pemerintah provinsi (pemprov) akan membantu proses pemulangan Vina (27) seorang warga Kabupaten Cirebon, Jabar, yang diduga menjadi korban praktik “pengantin pesanan” di Tiongkok.

Dedi mengatakan telah berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon setelah menerima laporan terkait adanya warga yang mengalami dugaan penjualan orang berkedok pernikahan.

“Hari ini ada warga Cirebon menjadi korban penjualan orang di Tiongkok, dan saya sudah berkomunikasi. Nanti ditangani dan akan dijemput,” kata Dedi dalam keterangannya di Cirebon, Sabtu (28/2) malam.

Pemprov Jabar, kata dia, akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait guna memastikan keselamatan korban serta kelancaran proses pemulangan.

Menurut Dedi, praktik pengantin pesanan kerap memanfaatkan janji uang maupun janji dinikahi dengan mahar tinggi untuk membujuk korban.

Ia pun meminta pemerintah kabupaten/kota dan aparat desa meningkatkan pengawasan serta edukasi kepada masyarakat, agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja atau menikah ke luar negeri tanpa prosedur resmi.

“Banyak sekali perempuan Jabar ini yang mudah terbujuk oleh janji uang dan janji dinikahi dengan mahar yang mahal,” ujarnya menyayangkan.

Sementara itu, Asep Maulana Hasanudin, kuasa hukum keluarga Vina, menyebutkan korban yang merupakan warga Desa Gombang, Cirebon, menghadapi sejumlah persoalan, termasuk kekerasan fisik saat berada di Tiongkok.

Ia mengatakan peristiwa itu bermula saat Vina bekerja di Jakarta dan berkenalan dengan seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok, yang kemudian mengarah pada rencana pernikahan.

“Awalnya korban bekerja di Jakarta. Tanpa sepengetahuannya, dia difoto oleh WNA Tiongkok, lalu dari situ komunikasi mulai terjalin,” katanya.

Ia menuturkan pihak pria bersama sejumlah orang sempat beberapa kali mendatangi kediaman keluarga Vina di Cirebon hingga menyerahkan mahar pada awal Agustus 2025.

Setelah di Tiongkok, kata dia, Vina mendapati kondisi yang tidak sesuai dengan informasi awal terkait pernikahan tersebut.

Ia menyampaikan pula saat korban ingin kembali ke Indonesia, keluarga dari pihak suami meminta mahar pernikahan dikembalikan dengan nilai cukup tinggi.

Selain itu, ia mengungkapkan korban diduga diarahkan menandatangani sejumlah dokumen yang kemudian tercatat sebagai persetujuan pernikahan secara hukum di Tiongkok sehingga menyulitkannya untuk pulang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.