Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Makassar Libatkan RT/RW Awasi Pengemis dan Anak Jalanan

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 17:38 WIB | Oleh:
Pemkot Makassar Libatkan RT/RW Awasi Pengemis dan Anak Jalanan Doc: antara foto
Ket. Anak jalanan dan pengemis di Kota Makassar.

MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan (sulsel), melalui Dinas Sosial melibatkan RT dan RW dalam mengawasi aktivitas di lingkungan masing-masing selama Ramadhan untuk mengantisipasi maraknya anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng).

Kepala Dinas Sosial Makassar Andi Bukti Djufri yang dikonfirmasi di Makassar, Jumat (27/2), mengatakan penanganan anak jalanan, gelandangan dan pengemis harus melibatkan berbagai unsur termasuk RT/RW sebagai bagian dari langkah antisipasi meningkatnya masalah tersebut.

"Sosialisasi dan penertiban rutin kami laksanakan. Masyarakat kita edukasi terus agar jangan memberikan uang di jalanan tetapi memberikan mereka peluang kerja," ujarnya.

Andi Bukti mengatakan, sosialisasi yang dilakukan baik secara langsung kepada masyarakat juga melalui papan bicara dengan mengikuti ketentuan peraturan daerah (perda).

Menurut dia, pada awal Ramadhan, pihaknya sudah mengamankan lebih dari 20 orang dalam patroli penertiban penyakit sosial di seluruh kecamatan.

Patroli tersebut menyasar potensi gangguan ketertiban seperti anjal, gepeng, orang terlantar, pemulung, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Pelibatan RT dan RW penting untuk memperkuat pengawasan di tingkat wilayah, terutama terhadap pendatang baru yang belum terdata secara administratif," katanya.

Ia mengatakan, para pengemis dan gelandangan itu tidak sepenuhnya berasal dari Kota Makassar, banyak juga dari luar kota karena Makassar merupakan ibu kota provinsi dengan tingkat aktivitas tinggi.

"Kami minta RT dan RW aktif memantau lingkungan masing-masing. Jika ada pendatang atau aktivitas yang mencurigakan, segera dilaporkan agar bisa ditindaklanjuti,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan hasil pendataan sementara, sejumlah orang yang terjaring dalam patroli diduga berasal dari luar Kota Makassar.

Oleh karena itu, koordinasi lintas wilayah dan partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci pencegahan.

Mereka yang terjaring patroli langsung dibawa ke RPTC (Rumah Penampungan dan Trauma Center) di Barombong untuk menjalani pembinaan dan pendataan awal.

Di lokasi tersebut, Dinas Sosial memastikan identitas serta asal daerah yang bersangkutan, apakah warga Makassar atau berasal dari luar daerah.

“Kalau ternyata bukan warga Makassar, kita koordinasikan dan kembalikan ke dinas sosial kabupaten/kota asalnya,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Ribuan Warga Pacitan Mengge...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.