Jaga Harga Tetap Stabil, Bulog Beli 30 Ton Gabah dari Sawah Terdampak Banjir di Jateng
Jumat, 27 Feb 2026, 14:34 WIBSEMARANG â Perum Bulog membeli sekitar 30 ton gabah dari berbagai areal sawah siap panen di berbagai wilayah di Jawa Tengah yang terdampak banjir sebagai upaya menjaga harga tetap stabil di tengah cuaca ekstrem ini.
Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, di Semarang, Jumat (27/2), mengatakan, pembelian yang dilakukan terhadap gabah terdampak banjir itu tetap sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kg.
Ia menyebut secara fisik gabah yang diserap itu terlihat lebih kotor dan berwarna kehitaman akibat tercampur lumpur.
Meski demikian, ia memastikan kualitas buliran gabah masih baik dan layak proses mengingat tidak terlalu lama terendam banjir.
"Kalau dilihat bulirannya memang besar-besar karena memang sudah mendekati masa panen," katanya.
Ia menegaskan komitmen Bulog untuk menyerap gabah petani di wilayah terdampak banjir dengan harga pembelian sesuai HPP.
Menurut dia, upaya serupa juga akan dilakukan di daerah lain sepanjang terdapat informasi resmi dari dinar pertanian setempat.
Ia juga mengimbau kepada petani terdampak banjir yang lahan padinya siap panen untuk melakukan penanganan awal sebelum dijual ke Bulog atau mitra penggilingan.
Ia menyarankan gabah yang sebelumnya terendam banjir perlu diangin-anginkan untuk mengurangi kadar air dan kotoran.
"Gabah yang terlalu basah atau terlalu banyak kotorannya justru akan merusak mesin pengering," katanya.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian yang Serempak Naik pada Selasa Ini
-
Kodam XXIII Palaka Wira Bangun 90 Titik Sarana Air Bersih di Sulteng dan Sulbar
-
BULOG Gerak Cepat! Sidak Pasar Serentak Cegah Beras Mahal
-
Bappeda Memilih Bus Sekolah Khusus Buat Difabel Masuk Nominasi Penghargaan
-
Heboh di Bengkalis! Pemilik Kebun Sawit Jadi Tersangka, Ini Kasusnya
-
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Kebakaran Hutan di Pontianak Kalimantan Barat
-
RI Diminta Setop Jual Bahan Mentah, Kekayaan Tropis Harus Jadi Produk Bernilai Tinggi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.