Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiwi/Siti Fadia Siap Hadapi Unggulan Kedua

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 06:23 WIB | Oleh:
Tiwi/Siti Fadia Siap Hadapi Unggulan Kedua Doc: Humas PP PBSI
Ket. Ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, memulai langkah pada German Open 2026 dengan kemenangan atas Kathrine Vang/Mette Werge, Rabu (24/2).

JAKARTA - Ganda putri Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti melaju di Kejuaraan bulu tangkis German Open 2026. Setelah melewati rintangan pertama dengan mulus, pasangan yang akrab disapa Tiwi/Siti itu kini ditantang ujian lebih berat: menghadapi unggulan kedua asal Taiwan, Hsu Yun Hui/Lin Jhih Yun, di babak 16 besar.

Bertanding di babak pertama, Rabu (25/2) dini hari WIB di turnamen level BWF World Tour Super 300, Tiwi/ Siti mengawali langkah dengan kemenangan meyakinkan atas wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dua gim langsung 21-8, 21-12.

Secara permainan, pasangan yang belum lama dipasangkan ini tampil dominan. Di gim pertama, pola serangan cepat dan permainan depan net yang rapat membuat lawan tak berkutik. Interval demi interval dilalui dengan keunggulan nyaman.

“Syukurlah di pertandingan ini kami bisa menang. Di gim pertama, kami sudah menerapkan pola permainan seperti yang biasa mainkan. Itu berjalan cukup lancar sehingga bisa menang dengan cukup meyakinkan,” ujar Tiwi, dikutip dari tim Humas dan Media PP PBSI.

Memasuki gim kedua, perlawanan Denmark meningkat. Perubahan ritme dan reli-reli panjang sempat mengganggu konsentrasi pasangan Indonesia. Ditambah perbedaan arah angin di lapangan, Tiwi/Siti sempat tertinggal poin sebelum akhirnya kembali mengambil kendali.

Memasuki gim kedua, pasangan Denmark mulai mencoba bermain lebih panjang dan mengubah ritme permainan. Indonesia sempat terbawa pola tersebut dan tertinggal poin. Namun, keduanya mencoba tetap mengikuti tempo lebih dulu, lalu ketika ada celah untuk mengubah pola, langsung melakukan penyesuaian dan kembali ke permainan.

Siti mengakui faktor nonteknis juga memberi tantangan tersendiri. “Di gim kedua kami sempat sedikit kaget dengan kondisi lapangan. Saat latihan rasanya cukup berbeda,” katanya. Saat main ternyata terasa ada angin yang cukup berpengaruh. Tapi komunikasi di lapangan cukup membantu. Saat istirahat sempat berdiskusi dengan coach Titin untuk menenangkan diri dan menyesuaikan permainan supaya lebih nyaman.

Dia juga menyinggung atmosfer pertandingan yang berbeda karena minimnya wakil Indonesia di turnamen ini. “Secara keseluruhan, feel pertandingan kali ini cukup berbeda karena jumlah pemain Indonesia yang bertanding tidak sebanyak biasanya. Tapi kami tetap berusaha fokus, apalagi saat ini kami juga sedang mengejar poin ranking,” sambung Siti.

Fokus kini sepenuhnya tertuju pada Hsu Yun Hui/Lin Jhih Yun. Tiwi pernah menghadapi pasangan tersebut saat masih berduet dengan Febriana Dwipuji Kusuma, bahkan mencatat dua kemenangan di Swiss Open 2025 dan Thailand Masters 2024. Namun, komposisi dan dinamika baru membuat duel kali ini tak bisa disamakan begitu saja.

“Setelah ini kami akan menghadapi Hsu Yun Hui/Lin Jhih Yun. Saya pernah bertemu dengan pasangan tersebut dengan partner yang berbeda. Jadi kami akan melakukan evaluasi bersama, berdiskusi dengan pelatih, serta menonton analisis video untuk mempersiapkan strategi terbaik menghadapi babak 16 besar,” tandas Tiwi. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
FAO Serukan Kerja Sama Glob...
Luar Negeri
OPEC Proyeksikan Permintaan...
Luar Negeri
Bank of America Didenda $1,...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.