Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonom Sebut Kredit UMKM Bisa Tumbuh Agresif jika Tiga Sektor Besar Menguat

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 05:21 WIB | Oleh:
Ekonom Sebut Kredit UMKM Bisa Tumbuh Agresif jika Tiga Sektor Besar Menguat Doc: antara foto
Ket. Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro

JAKARTA - Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memandang, kinerja kredit UMKM berpotensi tumbuh agresif apabila sektor perdagangan, pertanian, serta pengolahan juga konsisten tumbuh menguat sebab ketiganya menyumbang mayoritas total kredit UMKM.

Ia mencatat bahwa kredit UMKM terkonsentrasi pada tiga sektor utama yang menyumbang sekitar 75 persen dari total kredit UMKM, dengan perdagangan besar dan eceran sebesar 45 persen; pertanian, kehutanan, dan perikanan 19,4 persen; serta sisanya industri pengolahan atau manufaktur.

“Kalau sektor-sektor tersebut belum tumbuh secara konsisten, misalnya pertanian rata-rata masih tumbuhnya di 2,4 persen, memang sangat sulit untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM lebih agresif lagi,” kata kata Andry Asmoro atau akrab disapa Asmo di Jakarta, Rabu (25/2) malam.

Sebagai gambaran, ketiga sektor ini menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Asmo mencatat bahwa dalam tiga tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih tertinggal (lagging) yakni sebesar 2,4 persen.

Sementara perdagangan dan manufaktur rata-rata tumbuh masing-masing sebesar 5 persen dan 4,8 persen dalam tiga tahun terakhir.

Adapun pertumbuhan kredit industri perbankan pada tahun ini diperkirakan berada di kisaran high single digit hingga low double digit, yaitu sekitar 9-11 persen, menurut proyeksi tim ekonom Bank Mandiri.

Asmo memperkirakan pertumbuhan kredit UMKM akan berada di kisaran 4-5 persen, sehingga pertumbuhan pada level 4 persen saja dinilai sudah cukup baik. Di sisi lain, rasio kredit UMKM terhadap total kredit perbankan diperkirakan menurun menjadi sekitar 17 persen, dari sebelumnya 19 persen.

Menurutnya, prospek kredit UMKM masih cukup terbuka, terutama melalui program pemerintah yang mendukung ekosistem usaha. Sebagai contoh, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bisa membangun rantai nilai baru bagi UMKM, sehingga mendorong permintaan kredit mikro maupun kredit konsumsi.

Asmo turut menggarisbawahi bahwa salah satu tantangan utama bagi UMKM adalah memastikan keberadaan off-taker yang jelas.

Jika UMKM sudah terintegrasi dalam ekosistem, maka keberadaan off-taker menjadi jelas sehingga mempermudah akses pembiayaan berbasis invoice (invoice-based loan) dan menciptakan sumber kredit yang lebih aman bagi perbankan.

Pada kesempatan yang sama, SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan menjelaskan bahwa perseroan menjalankan strategi serupa di mana Bank Mandiri memanfaatkan basis nasabah korporasi untuk mendorong penyaluran kredit kepada UMKM.

Korporasi biasanya memiliki bisnis turunan hingga level bawah, sehingga Bank Mandiri dapat menyalurkan pembiayaan kepada UMKM yang menjadi bagian dari ekosistem mereka.

Bayu menyebutkan bahwa pertumbuhan kredit UMKM Bank Mandiri pada Januari 2026 cukup positif dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan Januari tahun lalu, portofolio micro banking juga menunjukkan kenaikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

BPBD DKI Jakarta Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...

Banjir Bandang Melanda Solok

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Banjir Bandang Melanda Solok
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.