Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ada Empat Faktor Kunci Sukses Kelancaran Arus Mudik

8 Kamis, 26 Feb 2026, 05:02 WIB | Oleh:
Ada Empat Faktor Kunci Sukses Kelancaran Arus Mudik Ada Empat Faktor Kunci Sukses Kelancaran Arus Mudik Doc: ist
Ket. perlu kelancaran lalin mudik

JAKARTA – Periode arus mudik tinggal menghitung pekan. Perlu strategi untuk memperlancar arus lalu lintas. Menurut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi ada empat faktor penentu keberhasilan angkutan lebaran, guna memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat selama periode tersebut.

Menhub menyebutkan empat faktor itu meliputi keselamatan dan keamanan, perhatian terhadap hal detail, sinergi dan kolaborasi, serta kewaspadaan terhadap ketidakpastian dan potensi gangguan di lapangan. "Jika itu diatasi penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini akan berjalan dengan baik,” kata Menhub dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Dia menyampaikan Kementerian Perhubungan telah menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta. Menhub menegaskan, aspek keselamatan dan keamanan merupakan prioritas utama yang harus diwujudkan melalui langkah antisipatif dan mitigasi guna meminimalkan risiko kecelakaan maupun gangguan keamanan.

Berikutnya, Menhub juga menekankan pentingnya perhatian terhadap hal detail dalam setiap tahapan persiapan. Walaupun merupakan tradisi tahunan dalam mengawal penyelenggaraan angkutan Lebaran, namun dia berharap hal-hal kecil juga harus menjadi perhatian dan tidak menganggap remeh terhadap hal-hal kecil.

Selanjutnya dia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang solid antarpemangku kepentingan. Menurutnya, koordinasi yang kuat menjadi kunci kelancaran penyelenggaraan angkutan Lebaran. “Sinergi dan kolaborasi sebagaimana yang saya saksikan pada malam hari ini dan Alhamdulillah dengan koordinasi yang solid serta sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan," ucap Menhub.

Dia mengaku sejak awal Februari 2026, Kemenhub telah melakukan serangkaian koordinasi dan sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait. Dudy telah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian/lembaga antara lain Kemenkopolkam, Kemenko PMK, Kemen PANRB, Kemenaker, Kemenristek, Kemendikdasmen, Kemendagri, Kemendag, Komdigi, Kemenag, serta TNI dan Polri.

Dilakukan juga koordinasi dengan sejumlah pemerintah daerah antara lain Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Lampung, serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah kebijakan antara lain pemberian stimulus diskon tarif transportasi, penerapan flexible working arrangement (FWA), pengaturan operasional angkutan barang, penggunaan masjid sebagai rest area.

Selain itu penguatan keamanan, hingga antisipasi titik rawan di daerah seperti perlintasan sebidang, pasar tumpah, serta lokasi wisata.Adapun faktor terakhir yang ditekankan adalah kewaspadaan terhadap ketidakpastian dan potensi gangguan di lapangan. "Terakhir adalah always expect uncertainty and irregularities. Cuaca ekstrem, bencana alam yang dapat terjadi kapan saja, berpotensi menimbulkan gangguan pada transportasi,” tegasnya.

Dudy berharap agar keempat faktor tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh pihak. “Harapan kita bersama, jika keempat faktor penting ini diperhatikan dengan seksama, bukan tidak mungkin tujuan kita bersama yaitu zero accident and zero fatality dapat kita wujudkan,” sebutnya. Lebih lanjut, Menhub memberikan arahan dan berpesan pada saat pelaksanaan angkutan Lebaran 2026, perlu dilakukan antisipasi lokasi kemacetan yang terjadi di jalur arteri seperti pasar tumpah.

Setidaknya, lokasi yang perlu diantisipasi terdapat pada empat lokasi di Banten, 25 lokasi di Jawa Barat, 12 lokasi di Jawa Tengah, enam lokasi di Yogyakarta, serta sembilan lokasi di Jawa Timur. Begitu juga dengan daerah lain yang berpotensi mengalami kemacetan karena pasar tumpah. Adapun antisipasi kemacetan dapat dilakukan dengan memperkuat koordinasi dan antisipasi lokasi pasar tumpah, serta pengendalian dan pengaturan hambatan samping di jalan nasional seperti kios pedagang dan alat transportasi tradisional becak dan delman.

Kemudian menurut Menhub, hal yang perlu diantisipasi lainnya adalah peningkatan arus di daerah wisata. Diperkirakan, akan terjadi peningkatan signifikan di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Jawa Timur. "Pergerakan ini biasanya terjadi setelah hari pertama Lebaran. Perlu disiapkan manajemen arus lalu lintas terpadu untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dari dan ke sekitar lokasi wisata,” ucap Menhub.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Persib Sesumbar Akan Tundukkan Java United Malam Ini

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persib Sesumbar Akan Tunduk...
Megapolitan
Musik Jazz di Kebun Raya Bo...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.