Menkeu Sinkronkan Injeksi Dana Rp200 Triliun ke Perbankan dengan Langkah BI
Selasa, 24 Feb 2026, 19:35 WIBJAKARTA â Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa strategi penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di sektor perbankan akan diselaraskan dengan arah kebijakan Bank Indonesia.
Langkah ini dilakukan agar kebijakan fiskal dan moneter tetap berjalan harmonis serta tidak menimbulkan distorsi terhadap likuiditas pasar.
Penyesuaian tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, terutama di tengah dinamika suku bunga dan arus modal global.
Dengan koordinasi yang erat antara Kementerian Keuangan dan BI, penempatan dana pemerintah diharapkan dapat mendukung intermediasi perbankan sekaligus memperkuat transmisi kebijakan moneter ke sektor riil.
âKami akan menyesuaikan strategi kami dengan strategi bank sentral,â kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (24/2).
Purbaya menyatakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp200 triliun itu akan tetap disimpan di sistem perbankan dalam enam bulan ke depan. âJadi, bank nggak usah takut (dana) itu diambil,â ujarnya.
Hingga sejauh ini, Menkeu belum memiliki rencana untuk menambah jumlah injeksi dana. Namun, ia pun tak menutup ruang untuk menambah penempatan dana pemerintah di perbankan ke depan.
âYang penting saya monitor keadaan uang yang di perbankan, dan saya pastikan likuiditas sistem perbankan di perekonomian kita cukup untuk mendorong ekonomi ke tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi,â tuturnya.
Diketahui, Menkeu memperpanjang masa penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di perbankan hingga September 2026.
"Penempatan Rp200 triliun saat jatuh tempo pada 13 Maret 2026 akan langsung diperpanjang enam bulan ke depan. Jadi, bank tidak perlu khawatir kehilangan likuiditas karena pemerintah akan terus mendukung likuiditas di pasar," ujar Purbaya.
Evaluasi kebijakan tersebut akan kembali dilakukan pada September mendatang.
Purbaya memaparkan sejak awal penempatan dana pada September 2025 hingga Januari 2026, kebijakan tersebut turut mendorong penurunan suku bunga deposito dan kredit.
Suku bunga deposito tenor enam bulan tercatat turun menjadi 4,73 persen pada Januari 2026 dari 5,03 persen pada November 2025, sementara deposito tenor tiga bulan turun menjadi 4,68 persen pada Januari 2026 dari 4,71 persen pada November 2025.
âSuku bunga kredit sudah turun ke 8,80 persen per Januari 2026 dibandingkan Januari tahun lalu yang berada pada level 9,20 persen," kata dia.
Sementara pertumbuhan kredit tercatat sebesar 9,96 persen secara tahunan (yoy) pada Januari 2026. Sementara pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 13,5 persen dan pertumbuhan uang primer (M0) sebesar 11,7 persen per Februari 2026.
Sebelumnya, pemerintah menempatkan total dana sebesar Rp276 triliun yang bersumber dari SAL ke lima bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan satu bank pembangunan daerah (BPD).
Rinciannya, Bank Mandiri, BRI dan BNI masing-masing menerima Rp80 triliun, BTN Rp25 triliun, BSI Rp10 triliun, serta Bank DKI Rp1 triliun.
Dari total tersebut, sebesar Rp75 triliun kemudian ditarik kembali untuk dibelanjakan guna mendukung belanja pemerintah pusat dan daerah.
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
- injeksi likuiditas
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Joko Anwar Akan Muncul Dalam Game Horor Anak Bangsa - AGNI: Village of Calamity
-
"Mondo Nusantara" Konser Kolaborasi Budaya Indonesia-Italia
-
DPR Gelar Rapat Paripurna Bahas RAPBN 2027
-
Pemprov Sumut Tingkatkan Sinergi untuk Menindak Aktivitas Tambang Tanpa Izin
-
Bukan Cuma Fisik, Pemkab OKU Timur Gebrak Investasi Jangka Panjang Lewat 4 Alat Sakti Ini
-
Menkeu Bidik Keseimbangan Baru, Defisit APBN 2027 Dipatok pada Level Modera
-
Perkuat Ekspor, Wamendag Roro Bidik Pasar Strategis Asia Tengah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.