Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gabung ke BoP, RI Bisa Berperan Lebih Aktif Menjaga Perdamaian Dunia

📅 Senin, 23 Feb 2026, 02:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Gabung ke BoP, RI Bisa Berperan Lebih Aktif Menjaga Perdamaian Dunia Doc: antara
Ket. Nazar el Mahfudzi Direktur PSID - Diplomasi yang kuat bukan hanya soal negosiasi di meja internasional, tetapi juga soal dukungan domestik yang solid.

JAKARTA - Akademisi Disiplin Ilmu Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Teuku Rezasyah, menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC sebagai bukti tingginya komitmen Indonesia untuk mempengaruhi struktur dewan yang masih dalam tahap pembentukan. 

Menurut Reza, kehadiran sejak awal memberikan posisi psikologis yang lebih kuat dibanding negara yang baru menyatakan keikutsertaan menjelang KTT, termasuk Israel. Dengan hadir di tahap inisiasi yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Indonesia dinilai berupaya menempatkan diri sebagai aktor yang aktif, bukan sekadar pengikut dalam konfigurasi perdamaian global.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pusat Studi Islam dan Demokrasi (PSID), Nazar el Mahfudzi, menegaskan bahwa langkah Presiden Prabowo di forum BoP harus dimengerti secara jernih oleh publik dalam negeri. Menurut Nazar, diplomasi pada level global sering kali tidak sepenuhnya terlihat dampaknya dalam jangka pendek, sehingga mudah memunculkan kecurigaan atau spekulasi di ruang publik.

“Apa yang dikerjakan Presiden di BoP perlu dijelaskan secara terbuka agar masyarakat memahami posisi strategis Indonesia dan tidak melihatnya sebagai manuver elitis semata,”kata Nazar.

Nazar menilai, keterlibatan Indonesia dalam forum seperti BoP sejalan dengan amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Namun, ia mengingatkan bahwa legitimasi kebijakan luar negeri tetap bertumpu pada kepercayaan publik.

Karena itu, pemerintah perlu menyampaikan secara sistematis apa tujuan, batasan, serta hasil konkret yang ingin dicapai Indonesia dalam forum tersebut, khususnya terkait isu Palestina yang selama ini mendapat perhatian besar dari masyarakat.

Lebih lanjut, Nazar menekankan bahwa transparansi dan komunikasi politik yang baik akan memperkuat posisi Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri. “Diplomasi yang kuat bukan hanya soal negosiasi di meja internasional, tetapi juga soal dukungan domestik yang solid. Jika publik memahami arah dan kepentingan nasional yang diperjuangkan, maka kehadiran Indonesia di BoP justru menjadi modal moral dan politik yang lebih kokoh,” katanya.

Perdamaian Dunia

Sementara itu, mahasiswa doktoral Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Frederik M Gasa mengatakan dari perpektif komunikasi politik, kehadiran Prabowo di BoP adalah langkah yang baik untuk memperkuat positioning Indonesia dalam lanskap global.

Kehadiran Prabowo di rapat perdana Dewan perdamaian memberikan signal dan keseriusan RI untuk kembali memberi pengaruh di level global, bahwa negara kita besar, bukan kaleng kaleng.

“Hal ini juga menjadi penanda bahwa Indonesia sangat serius dalam menghadirkan perdamaian dunia,”ungkap Frederik.

Kendati demikian, dia tidak memungkiri bahwa tetap banyak juga pandangan lainnya karena masuk BoP tidak gratis. Perbedaan pendapat itu menurutnya sah sah saja di negara demokrasi, namun kita lihat dari perspektif manfaat nyata untuk perdamaian.

“Kita berharap, semoga dengan bergabungnya Indonesia di BoP, kita dapat berperan lebih aktif lagi dalam upaya-upaya menjaga perdamaian dunia,”tutur Frederik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.