Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Streaming di Asia Tenggara Melonjak Selama 2025

📅 Minggu, 22 Feb 2026, 17:10 WIB | Oleh:
Streaming di Asia Tenggara Melonjak Selama 2025  Doc: Istimewa

JAKARTA - Pasar streaming tpremium di Asia Tenggara menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ini ditopang kenaikan akun berbayar, adopsi connected TV, dan kuatnya konten lokal.

Melansir dari Variety, data Media Partners Asia (MPA) dan platform AMPD mencatat akun streaming berbayar naik 19 persen secara tahunan. Totalnya menembus 61 juta akun di Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura.

Indonesia jadi motor utama pertumbuhan di kawasan Asia tenggara dengan mencatat penambahan akun terbesar sekaligus porsi waktu tonton paling tinggi.

Pada kuartal IV 2025, penonton Asia tenggara menghabiskan 4,2 miliar jam untuk menonton konten premium. Angka itu naik 8 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Secara platform, Netflix masih memimpin dari sisi pelanggan, pengguna aktif bulanan, dan total waktu tonton. Waktu tonton Netflix di Asia tenggara bahkan melonjak 14 persen.

Kemudian, Viu menempati posisi kedua secara regional, ditopang kuatnya minat terhadap drama Korea dan Tiongkok. Sementara Vidio mencatat pertumbuhan waktu tonton paling tinggi, yakni 24 persen.

Ada iQIYI juga menunjukkan kenaikan 10 persen secara regional. Platform ini kembali menguat di Indonesia dan Thailand berkat drama Tiongkok dan serial Thailand.

Menariknya, 2025 menjadi tahun penting bagi konten lokal Indonesia. Di Indonesia, tayangan produksi dalam negeri menyamai konten Korea dengan pangsa penonton masing-masing 30 persen pada kuartal IV.

Beberapa judul orisinal Indonesia bahkan masuk jajaran tayangan terpopuler. Hal ini menunjukkan konten lokal kini tak sekadar pelengkap, tetapi jadi penggerak utama akuisisi dan retensi pelanggan.

Secara industri, pasar juga semakin terkonsentrasi. Tiga hingga empat platform besar kini menguasai sekitar 70 persen langganan dan aktivitas menonton di tiap negara Asia tenggara. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.