Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas: Tak Ada Toleransi Pelanggaran Harga Pangan

📅 Minggu, 22 Feb 2026, 15:30 WIB | Oleh:
Bapanas: Tak Ada Toleransi Pelanggaran Harga Pangan Doc: Biro Humas Kementan
Ket. Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman (tengah)

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan perusahaan pelanggar distribusi pangan telah diproses hukum dan tidak akan beroperasi lagi. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) merangkap Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman.

Menurut dia, kasus PT Tunas Agro sebagau perusahaan pelanggar itu sudah memasuki tahap P21 dan berstatus tersangka. "Saya pastikan sudah ditindak," ujar dia saat sidak di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (20/2) lalu.

Ketika melakukan sidak, Amran menemukan produk MinyaKita yang diedarkan perusahaan tersebut dan diduga merupakan sisa distribusi lama. "Kelihatannya barang lama, tetapi jika ditemukan ini pola distribusi baru maka penindakan kembali dilakukan tanpa kompromi," ucap dia.

Amran memastikan perusahaan terkait sudah tidak beroperasi karena pemerintah tidak memberi ruang bagi pelaku yang merugikan masyarakat. Bapanas juga akan meningkatkan pengawasan melalui Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan di seluruh Indonesia.

Menurut dia, pengawasan dilakukan setiap untuk menindak langsung jika ada laporan kenaikan harga. "Sekarang tim kami ada di seluruh Indonesia, begitu menerima laporan kami langsung bertindak,” kata dia.

Amran juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak memainkan harga saat Ramadan. Mereka juga diwajibkan untuk menjual seluruh komoditas wajib sesuai harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan pemerintah (HAP).

Meski begitu, Amran menegaskan pemerintah tidak melarang pelaku usaha mencari keuntungan. "Namun jangan mengganggu rakyat yang sedang berpuasa dengan melanggar aturan dalam menarik keuntungan," tegas dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.