Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Pramono Akui Insentif RT/RW Masih Belum Cair: Imbas Pemotongan DBH Rp15 Triliun

📅 Jumat, 20 Feb 2026, 19:40 WIB | Oleh:
Gubernur Pramono Akui Insentif RT/RW Masih Belum Cair: Imbas Pemotongan DBH Rp15 Triliun Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh
Ket. Gubernur DKI Jakarta mengakui masih ada sejumlah janji yang belum terealisasi setelah satu tahun masa kepemimpinannya. Dua program yang menjadi sorotan adalah pemberian insentif untuk RT/RW serta penguatan sistem pengawasan kota melalui pemasangan dan integrasi CCTV.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta mengakui masih ada sejumlah janji yang belum terealisasi setelah satu tahun masa kepemimpinannya. Dua program yang menjadi sorotan adalah pemberian insentif untuk RT/RW serta penguatan sistem pengawasan kota melalui pemasangan dan integrasi CCTV.

Pengakuan tersebut disampaikan saat sesi tanya jawab bersama wartawan dalam momentum refleksi satu tahun pemerintahan di Taman Bendera Pusaka. Evaluasi ini disebut sebagai bagian dari komitmen transparansi terhadap publik atas capaian dan kekurangan kebijakan yang telah dijalankan.

"Yang belum adalah yang saya janjikan pada waktu itu adalah insentif untuk RT/RW. Yang kedua, yang berkaitan dengan CCTV," ujar Gubernur di hadapan awak media.

Ia menegaskan bahwa kedua program tersebut bukan dibatalkan, melainkan masih dalam proses penyesuaian.

Terkait insentif RT/RW, Gubernur menjelaskan adanya tekanan pada ruang fiskal daerah akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH). Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian prioritas anggaran agar program strategis lainnya tetap berjalan.

"Insentif RT/RW karena kemarin dana kita kan DBH-nya dipotong 15 triliun, ruang fiskalnya menjadi sempit," katanya.

Meski demikian, ia memastikan kebijakan tersebut tetap akan ditindaklanjuti dan akan disampaikan dalam waktu dekat.

Ia menambahkan bahwa insentif RT/RW tetap menjadi perhatian karena peran struktur pemerintahan tingkat lingkungan dinilai krusial dalam menjaga stabilitas sosial dan pelayanan warga. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak akan mengabaikan kontribusi RT/RW dalam mendukung program-program Pemprov DKI Jakarta.

Sementara itu, untuk program CCTV, Gubernur menyebut implementasinya kini lebih memungkinkan berkat perkembangan teknologi. Pemerintah tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pengadaan baru karena sistem yang ada dapat dikoneksikan dengan kamera milik kantor maupun gedung swasta.

"Ternyata untuk CCTV bukan sesuatu yang susah karena sekarang dengan teknologi yang ada, kita bisa mengkoneksikan CCTV yang dimiliki oleh kantor-kantor dan sebagainya," ujarnya.

Ia berharap dalam tahun ini Jakarta dapat memiliki jaringan CCTV yang lebih lengkap, terutama untuk mendukung pengawasan transportasi.

Menurut Gubernur, penguatan sistem CCTV menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman dan meningkatkan efektivitas pengawasan di ruang publik. Integrasi teknologi tersebut juga diharapkan mampu membantu respons cepat terhadap gangguan ketertiban maupun kondisi darurat di lapangan.

Ia menekankan bahwa evaluasi terhadap janji yang belum terealisasi merupakan bagian dari akuntabilitas pemerintahan.

"Jadi secara keseluruhan sebenarnya hampir semuanya terealisasikan tapi memang minor bangetlah," katanya menutup penjelasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.