Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga Pendaki Dievakuasi dari Kepungan Monyet Gunung Budeg Tulungagung

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 05:17 WIB | Oleh:
Tiga Pendaki Dievakuasi dari Kepungan Monyet Gunung Budeg Tulungagung Doc: Istimewa
Ket. Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit. Ketiga pendaki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, hanya mengalami syok dan luka lecet ringan.

TULUNGAGUNG - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengevakuasi tiga pendaki perempuan yang dikepung kawanan monyet saat menuruni Gunung Budeg, Selasa (17/2).

Dikutip dari Antara, Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi DPKP Tulungagung Iwan Supriyono, mengatakan ketiga pendaki tersebut masih berstatus pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah Tulungagung.

"Mereka mendaki sejak pagi dan berhasil mencapai puncak. Saat turun, kawanan monyet mendekat dan mengerubungi mereka," kata Iwan.

Menurut dia, peristiwa bermula ketika salah satu pendaki membuka makanan ringan saat perjalanan turun. Bau makanan diduga menarik perhatian kawanan monyet yang kemudian mendekat dan mengitari ketiganya.

Meski makanan telah diberikan, kawanan monyet tidak segera menjauh sehingga para pendaki merasa panik dan khawatir diserang. Selanjutnya, salah satu dari mereka kemudian menghubungi petugas Damkar untuk meminta bantuan.

Menerima laporan tersebut, tim DPKP segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Selain itu, petugas juga mengawal ketiga pendaki hingga keluar dari area tersebut.

"Kami siapkan langkah pengamanan, termasuk petasan untuk menghalau jika diperlukan. Namun saat tim tiba, kawanan monyet mulai menjauh," ujarnya.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit. Ketiga pendaki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, hanya mengalami syok dan luka lecet ringan.

Iwan mengimbau para pendaki agar tidak membawa atau membuka makanan di area yang menjadi habitat satwa liar guna menghindari kejadian serupa.

Gunung Budeg merupakan salah satu destinasi pendakian populer di Tulungagung yang kerap dikunjungi pelajar dan wisatawan lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.