Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Kecantikan Jadi Motor Pertumbuhan E-commerce Indonesia Tahun 2025

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 19:20 WIB | Oleh:
Pasar Kecantikan Jadi Motor Pertumbuhan E-commerce Indonesia Tahun 2025 Doc: Compas.co.id
Ket. Informasi nilai penjualan tahunan kategori kecantikan. Laporan Compas.co.id menunjukkan transaksi FMCG e-commerce Indonesia naik tajam hingga Rp 129 triliun pada 2025, dengan dominasi kecantikan dan persaingan antara Shopee dan Shop Tokopedia Group kian menguat.

JAKARTA – Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) di e- commerce Indonesia mencatatkan pertumbuhan luar biasa sebesar 168,7% dalam empat tahun terakhir. Berdasarkan data yang dirilis oleh Compas.co.id dalam ajang EPIC Awards 2026, nilai transaksi FMCG melonjak dari Rp 48 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 129 triliun pada akhir tahun 2025.

Meskipun kondisi ekonomi global penuh tantangan, pasar e-commerce domestic menunjukkan resiliensi yang kuat, dominasi sektor kecantikan dan tren produk multifungsi di sektor perawatan dan kecantikan tetap menjadi motor utama pertumbuhan dengan kenaikan mencapai 204, 5% sejak tahun 2022.

Menariknya, kategori parfum mengalami lonjakan drastis sebesar 306,7%, di mana segmen parfum pria tumbuh signifikan sebesar 70% pada tahun 2025, didorong oleh kehadiran brand lokal yang semakin inovatif.

Selain kecantikan, kategori makanan & minuman tumbuh 147% dengan tren pembelian grosir atau kartonan yang melonjak hingga 563%. Hal ini menunjukkan pergeseran perilaku konsumen menjadi smart consumer yang lebih mengutamakan efisiensi harga per unit melalui pembelian dalam jumlah besar.

Namun, di balik angka pertumbuhan yang masif tersebut, terjadi fenomena “seleksi alam yang ketat. Tercatat lebih dari 1.900 brand lintas sektor FMCG terpaksa keluar dari pasar (exit) karena gagal beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan dinamika platform.

CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata mengungkapkan, kunci bertahan pada tahun 2026 adalah adaptasi terhadap fitur-fitur unik dari setiap platform e-commerce yang masing-masing memiliki peran menonjolnya.

“Kunci memenangkan kompetisi di 2026 adalah adaptasi. Brand perlu memahami bahwa Shopee kini berperan sebagai Efficiency Hub, yaitu platform yang digunakan konsumen untuk belanja rutin secara cepat, praktis, dan hemat. Sementara itu, Shop Tokopedia Group (STG) menjadi Discovery Engine, yakni tempat konsumen menemukan dan mengenal produk baru melalui fitur shoppertainment seperti live shopping dan konten video,” ujar Narendrata melalui keterangannya pada hari Rabu (18/2).

Peta Kekuatan Marketplace tahun 2025 Dalam laporan yang sama, mencatat bahwa Shopee masih memimpin pangsa pasar sebesar 55,9%. Namun, Shop Tokopedia Group (STG) mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 59% pada tahun 2025 pasca-merger dengan TikTok Shop, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan industri.

Compas.co.id juga memprediksi permintaan terhadap produk multifungsi diperkirakan akan semakin menguat, seiring dengan meningkatnya preferensi konsumen terhadap efisiensi belanja. Salah satunya terlihat dari lonjakan penjualan suplemen kesehatan dengan kandungan Astaxanthin yang melonjak 477%, mencerminkan pergeseran ke produk dengan manfaat ganda dalam satu pembelian.

“Compas.co.id menyarankan bagi pemilik brand FMCG di E-commerce untuk terus mempelajari behavior dari konsumennya dan melakukan pemanfaatan data dengan cerdik dan taktis agar bisa memahami dinamika kompetisi di e-commerce dan memenangkan persaingan,” terang Narendrata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.