Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Imlek 2026 Picu Lonjakan 9,5 Miliar Perjalanan di Tiongkok

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Imlek 2026 Picu Lonjakan 9,5 Miliar Perjalanan di Tiongkok Doc: istimewa
Ket. Tahun Baru Imlek

BEIJING – Ratusan juta orang melakukan perjalanan melintasi Tiongkok setiap tahun selama libur Tahun Baru Imlek untuk berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman maupun berwisata. Fenomena ini menjadikan periode tersebut sebagai migrasi manusia tahunan terbesar di dunia.

Dikutip dari The Straits Times, lonjakan perjalanan Tahun Baru Imlek, atau dikenal sebagai “chunyun” dalam bahasa Mandarin, kerap dianggap sebagai barometer kesehatan ekonomi nasional sekaligus ujian besar bagi sistem transportasi negara yang sangat luas.

Gelombang perjalanan Imlek 2026 dimulai pada 2 Februari dan berlangsung selama 40 hari. Sementara itu, hari libur nasional Festival Musim Semi atausebutan lain untuk perayaan Tahun Baru Imlek, dijadwalkan berlangsung pada 15–23 Februari 2026.

Pemerintah memperkirakan total perjalanan domestik selama periode tersebut mencapai rekor 9,5 miliar perjalanan, meningkat dibandingkan sekitar 9,02 miliar perjalanan pada 2025. Kenaikan signifikan ini terjadi sejak Kementerian Perhubungan merevisi metode perhitungan pada 2023 dengan memasukkan perjalanan darat melalui jalan tol nasional utama.

Hingga 10 Februari, layanan kereta api di Tiongkok telah mengangkut sekitar 1,01 miliar penumpang sejak periode chunyun dimulai. Di sektor penerbangan, jumlah perjalanan udara pada pekan pertama tercatat mencapai 16,32 juta penumpang per 8 Februari, dari total sekitar 95 juta perjalanan udara yang diproyeksikan selama 40 hari.

Sejumlah agen perjalanan terkemuka di Tiongkok melaporkan peningkatan perjalanan internasional pada 2026, didorong oleh perpanjangan masa libur menjadi sembilan hari. Untuk wisata domestik, permintaan terbagi antara destinasi bernuansa tropis seperti Provinsi Hainan di selatan, serta kawasan wisata salju di timur laut, termasuk Gunung Changbai.

Di tingkat internasional, destinasi musim panas seperti Thailand dan Australia semakin diminati wisatawan Tiongkok. Rusia juga muncul sebagai tujuan baru populer setelah negara tersebut memberlakukan kebijakan bebas visa bagi wisatawan Tiongkok sejak Desember 2025. Sebaliknya, minat perjalanan ke Jepang dilaporkan menurun tajam pada 2026 di tengah hubungan bilateral yang masih tegang.

Antusiasme perjalanan turut meningkat seiring perpanjangan libur resmi Festival Musim Semi serta perluasan kebijakan bebas visa ke lebih dari 45 negara. Kebijakan ini memungkinkan wisatawan dari berbagai negara Eropa, serta Australia, Selandia Baru, dan sejumlah negara lainnya, untuk tinggal hingga 30 hari di Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.