Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinsos Kota Batam Perketat Data Penerima Bansos

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 13:35 WIB | Oleh:
Dinsos Kota Batam Perketat Data Penerima Bansos Doc: antara foto
Ket. Kepala Dinsos PM Batam Zulkifli Aman

BATAM - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyebut proses pengecekan dan pembaruan data untuk desil penerima bantuan sosial (bansos) kini semakin diperketat oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinsos PM Batam Zulkifli Aman menegaskan bahwa pendeteksian penyalahgunaan bansos, termasuk untuk judi online misalnya, bukan dilakukan oleh pemerintah daerah, melainkan oleh kementerian.

“Kalau misalnya ada penyalahgunaan bansos, itu yang mendeteksi itu kementerian, bukan kita. Karena mereka punya akses ke perbankan, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan seterusnya,” ujarnya di Batam, Rabu (18/2).

Menurutnya, apabila penerima bansos terdeteksi memiliki riwayat transaksi mencurigakan, seperti judi online atau persoalan perbankan lainnya, maka sistem pusat secara otomatis dapat melakukan pemblokiran atau blacklist.

“Kalau dia terdeteksi sebagai pemain judi online, pasti kena blacklist. Itu langsung dari pusat,” kata dia.

Zulkifli menjelaskan, bansos disalurkan secara non-tunai melalui rekening penerima, seperti misalnya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), akan di monitor oleh sistem kementerian.

“Ada masyarakat yang datang ke loket pelayanan kami untuk bertanya atau komplain karena sudah tidak menerima bantuan, itu kami bantu pengecekan,” katanya.

Saat ini, Zulkifli mengatakan berbagai bantuan mensyaratkan penerima berada di desil 1 hingga 4.

“Warga datang bawa KTP, kita input NIK, nanti muncul dia di desil berapa. Kalau dia masih belum puas dengan hasil tersebut, kita bisa lakukan ground check di rumahnya,” katanya.

Pengecekan di lapangan dilakukan bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) atau Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dengan meninjau langsung kondisi rumah dan lingkungan berdasarkan 39 indikator kategori kesejahteraan.

Namun, Zulkifli menegaskan bahwa Dinsos PM Batam hanya sebagai pengguna dan pengusul data, bukan penentu akhir.

“Kita tidak bisa mengubah atau mengelompokkan data. Kita hanya mengusulkan. Prosesnya bisa sampai tiga bulan karena harus diverifikasi pusat dan BPS (Badan Pusat Statistik),” katanya.

Ia menambahkan, apabila kondisi ekonomi warga berubah, misalnya dari desil 6 turun ke desil 4, maka pembaruan tetap harus melalui mekanisme pengusulan dan verifikasi.

Dinsos PM Batam memastikan akan terus memantau dan mengusulkan pembaharuan data masyarakat setiap bulan agar bantuan sosial tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.