Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Tunggu Dana Pemerintah, Babinsa Bengkayang Bersama Warga Dusun Puaje Kompak Patungan Bangun Rumah Warga Miskin

📅 Selasa, 17 Feb 2026, 16:54 WIB | Oleh:
Tak Tunggu Dana Pemerintah, Babinsa Bengkayang Bersama Warga Dusun Puaje Kompak Patungan Bangun Rumah Warga Miskin Doc: ANTARA/Narwati
Ket. Kondisi rumah warga kurang mampu di Dusun Puaje, Desa Mekar Baru, Kecamatan Samalantan, Bengkayang sebelum dirobohkan untuk dilakukan pembangunan secara gotong royong.

BENGKAYANG - Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah, semangat gotong royong warga Dusun Puaje, Desa Mekar Baru, Kabupaten Bengkayang, justru menyala.

Dipimpin oleh Babinsa Koramil Samalantan, Serda Dirus, warga bahu-membahu membangun kembali kediaman Pak Elat, seorang penyadap karet yang tinggal di rumah tidak layak huni. Langkah nekat ini diambil lantaran kondisi bangunan lama sudah sangat lapuk dan mengancam keselamatan istri serta lima anak Pak Elat yang masih kecil.

"Struktur bangunan lama sudah lapuk, dinding dan atap tidak kokoh, serta berisiko roboh terutama saat hujan dan angin kencang," kata Serda Dirus di Bengkayang, Selasa.

Serda Dirus mengatakan kegiatan ini berawal dari laporan pemerintah desa dan warga terkait kondisi rumah Pak Elat. Setelah dilakukan pengecekan langsung ke lapangan, dia menilai perbaikan tidak bisa lagi ditunda karena menyangkut keselamatan satu keluarga.

“Kami bergerak karena alasan kemanusiaan. Kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk ditinggali, sementara Pak Elat hidup bersama istri dan lima anaknya yang masih kecil,” kata Serda Dirus.

Ia menjelaskan pembangunan rumah berukuran sekitar 5x7 meter itu diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp48 juta. Namun karena keterbatasan dana, pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan menekan biaya dan memaksimalkan swadaya masyarakat.

Dalam pelaksanaannya warga Dusun Puaje secara sukarela terlibat mengangkut material, membangun pondasi, hingga merangkai struktur rumah.

"Seluruh pekerjaan dilakukan tanpa upah, mengandalkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial," ujarnya.

Dia berharap adanya dukungan dari para dermawan dan pihak terkait agar pembangunan rumah Pak Elat dapat segera rampung dan memberikan tempat tinggal yang aman serta layak bagi keluarganya.

Pak Elat yang sehari-hari bekerja sebagai penyadap karet mengaku tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk memperbaiki rumahnya.

"Penghasilan kami hanya dari menoreh karet dan selama ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga," katanya.

Ia mengucapkan terima kasih untuk Babinsa, pihak desa, dan warga yang sudah bergotong royong membangun rumah miliknya.

Sementara itu Kepala Desa Mekar Baru Cipto menyampaikan pihak desa telah beberapa kali mengusulkan program rehabilitasi rumah tidak layak huni ke pemerintah daerah. Namun hingga kini usulan tersebut belum terealisasi karena keterbatasan anggaran.

“Dengan kondisi anggaran desa yang terbatas, satu-satunya cara adalah menggerakkan gotong royong masyarakat. Ini menjadi solusi sementara agar warga tetap bisa merasakan kehadiran negara,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.