Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nggak Takut Telat Magrib, LRT Sumsel Temani Penumpang Berbuka di Kereta

📅 Selasa, 17 Feb 2026, 23:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nggak Takut Telat Magrib, LRT Sumsel Temani Penumpang Berbuka di Kereta Doc: ANTARA/ Ahmad Rafli Baiduri
Ket. Para penumpang saat sedang berada di LRT Sumsel.

PALEMBANG – Langkah Lintas Raya Terpadu Sumatera Selatan memfasilitasi penumpang berbuka puasa di dalam rangkaian kereta selama Ramadhan 1447 Hijriah menunjukkan bahwa layanan transportasi publik kini tak lagi sekadar soal mobilitas.

Inisiatif ini menjawab kebutuhan nyata pengguna—terutama pekerja yang masih berada di perjalanan saat waktu magrib tiba—sekaligus memperkuat citra layanan yang lebih humanis.

Meski terlihat sederhana, kebijakan seperti ini punya dampak penting: meningkatkan kenyamanan penumpang, membangun loyalitas pengguna, dan menegaskan peran transportasi publik sebagai bagian dari ekosistem sosial, bukan cuma alat angkut semata.

Manajer Humas PT KAI Divisi Regional III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Selasa (17/2), mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk toleransi bagi penumpang yang masih berada dalam perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.

“Selama ini aturan di dalam LRT melarang penumpang makan dan minum demi kenyamanan bersama. Namun khusus bulan Ramadhan, kami membolehkan penumpang berbuka puasa di dalam kereta dengan ketentuan hanya makanan ringan atau snack serta minuman dalam tumbler atau botol,” katanya.

Ia menjelaskan perjalanan terakhir LRT tetap beroperasi seperti biasa, yakni pukul 19.01 WIB dari Stasiun DJKA dan pukul 19.55 WIB dari Stasiun Bandara, sehingga memungkinkan penumpang masih berada di perjalanan saat waktu Maghrib.

Petugas di dalam rangkaian akan mengingatkan penumpang ketika waktu berbuka telah tiba. Meski demikian, penumpang diminta tetap menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah di dalam kereta serta menjaga ketertiban agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna lainnya.

Untuk operasional harian selama Ramadhan 1447 H, LRT Sumsel tetap melayani 94 perjalanan mulai pukul 05.06 WIB hingga 20.43 WIB dengan jarak antar kereta (headway) sekitar 18 menit.

Berdasarkan data 1 Januari hingga 16 Februari 2026, jumlah penumpang LRT Sumsel tercatat 571.837 orang dengan rata-rata 12.166 penumpang per hari. Jumlah terbanyak terjadi pada 1 Januari 2026 sebanyak 37.461 penumpang.

Empat stasiun dengan jumlah penumpang terbanyak hingga pertengahan Februari 2026 yakni Stasiun Asrama Haji sebanyak 114.026 penumpang, Stasiun Ampera 89.928 penumpang, Stasiun DJKA 77.108 penumpang dan Stasiun Bumi Sriwijaya 65.236 penumpang.

Layanan LRT Sumsel yang terhubung ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) menjadi bagian dari konektivitas antarmoda untuk memudahkan masyarakat melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat.

Penumpang yang akan melanjutkan perjalanan udara diimbau agar memilih jadwal keberangkatan LRT minimal tiga jam sebelum jadwal penerbangan dengan memperhatikan ketentuan waktu check-in masing-masing maskapai.

LRT Sumsel terus bertumbuh sebagai transportasi massal modern yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat dan memangkas waktu tempuh perjalanan.

"PT KAI bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKRSS) berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," kata Aida.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.