Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir di Pamarican Dampak dari Luapan Sungai Citalahab

📅 Selasa, 17 Feb 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banjir di Pamarican Dampak dari Luapan Sungai Citalahab Doc: Antara
Ket. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memberikan keterangan pers usai meninjau daerah terdampak banjir di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (17/2/2026).

Garut - Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyatakan bencana banjir yang menggenangi pemukiman warga di Kecamatan Pamarican dampak luapan Sungai Citalahab, sehingga harus ditangani dengan melakukan perbaikan daerah aliran agar tidak berulang-ulang kejadian banjir saat musim hujan.

"Ini akibat banjir yang kedua, di Sungai Citalahap, masyarakat yang terdampak ini kurang lebih ada 300 KK," kata Bupati Ciamis usai meninjau daerah yang terdampak banjir di Pamarican, Selasa.

Ia menuturkan, Pemkab Ciamis sudah menurunkan tim untuk menangani daerah yang terdampak bencana banjir, dan memastikan upaya penyelamatan masyarakat dan kebutuhan hidupnya.

Dampak banjir itu, kata dia, ada 164 orang yang harus dievakuasi ke masjid sebagai tempat yang aman dan nyaman dari ancaman bencana banjir saat itu.

"Ada 164 orang yang dievakuasi di masjid, sekarang sudah mulai surut, sebagian juga sudah pada pulang ke rumahnya masing-masin," katanya.

Ia menyampaikan, penyebab terjadinya banjir di daerah itu harus menjadi perhatian semua pemangku kepentingan yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, dan juga berkoordinasi dengan Gubernur Jabar untuk penanganannya.

Perbaikan tembok penahan tanah di aliran sungai itu, kata dia, harus segera diselesaikan agar air saat naik tidak meluap ke pemukiman warga.

"Ini harus penanganan secepatnya kalau tidak ada penanganan, ada hujan besar, ya pasti banjir lagi," katanya.

Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah Ciamis yang menyebabkan sejumlah kejadian seperti tanah longsor, tanah bergerak, dan banjir luapan sungai.

Bupati mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dengan menghindari daerah yang berpotensi terjadinya bencana alam seperti longsor, maupun banjir.

"Cuaca sampai saat ini masih cukup ekstrem, apalagi di Kabupaten Ciamis termasuk salah satu tempat yang berada di daerah bencana," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.